oleh

FSI Mendesak DPR Segera Bentuk Pansus, dan KPK Segera Menuntaskan Skandal Mega Proyek Korupsi E-KTP

Detikfakta.id, – Polemik KTP-el yang tercecer di jalanan Bogor menimbulkan kecurigaan tentang adanya modus baru yang sedang dirancang untuk kecurangan Pemilu 2019.

Sebab, aturan terkini membolehkan pemilih untuk memberikan suara saat 18 April 2019 hanya dengan berdasar KTP-el.

Kecurigaan itu sebagaimana disampaikan panglima Forum Syuhada Indonesia (FSI), Diko Nugraha dalam keterangan pers nya di Markas Menteng Raya 58, Jumat (8/6/2018).

Diko menjelaskan bahwa dari mulai perencanaan, pembahasan, dan pelaksanaan proyek KTP-el sudah penuh dengan kejanggalan.

Sidang korupsi KTP-el bahkan telah menemukan fakta adanya trilyunan rupiah APBN menjadi bancakan DPR RI, Kemendagri, dan para kontraktor pemenang tender, lanjut Diko.

“Bahkan kemarin ditemukan gudang berisi sekitar tujuh juta KTP-el duplikat di Jawa Barat. Ada apa di balik itu?” tanyanya.

Atas alasan itu, FSI mendesak KPK dan DPR RI untuk segera menuntaskan mega korupsi KTP-el dengan cara segera menangkap dan mengadili elit dan politisi busuk yang namanya disebut menerima uang suap dalam berbagai persidangan dan berita media massa.

Selain itu, harus dibentuk panitia khusus (pansus) oleh parlemen untuk memanggil Mendagri dan Presiden Jokowi guna membongkar bila ada agenda tersembunyi yang menjadi tanda tanya dan kecurigaan publik.

“Sangat berbahaya bila sejak awal proyek KTP-el ini memang dirancang tak hanya persoalan bancakan uang semata, tetapi merupakan sebuah kejahatan sistemik merekayasa kemenangan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Ujungnya, negara rusak dan rakyat semakin frustasi, krisis kepercayaan terhadap pemimpin. Presiden Jokowi, KPK dan DPR RI tak boleh anggap remeh,” terang pria yang akrab disapa Diko tersebut.

FSI berencana akan melakukan konsolidasi dengan berbagai kalangan dan kekuatan untuk menyusun gerakan bersama, menuntut penuntasan mega korupsi KTP-el di KPK dan pembentukan Pansus DPR RI. FSI juga akan melakukan berbagai upaya hukum dan politik yang dibutuhkan.

“Lawan segala upaya elite dan politisi busuk yang hendak hancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta. Waspada kecurangan Pemilu 2019, tangkap koruptor dan bentuk Pansus E-KTP!” tukasnya.

(Amin)

Loading...

Baca Juga