oleh

Irkham Fahmi: Penindasan Atas Nama Pancasila

Oleh: Irkham Fahmi Al-Anjatani

Detikfakta.id, – Miris diri ini menyaksikan perlakuan sewenang-wenang para pejabat yang ada di sana. Mereka melakukan berbagai macam pelanggaran dengan mengatasnamakan Pancasila. Aktifis-aktifis Islam dipersekusi atas nama Pancasila, kaum akademisi diintimidasi atas nama Pancasila, dan saya sendiri pun diancam akan dihabisi dengan mengatasnamakan Pancasila.

Anehnya, padahal mereka sendiri yang mengajarkan kepada kami, bahwa tidak boleh ada tindak kekerasan dengan mengatasnamakan agama, tapi malah justru mereka sendiri yang banyak memantik tindak kekerasan dengan mengatasnamakan Pancasila.

Tidak mengerti saya ini, mengapa seseorang yang melakukan tindakan kekerasan dengan mengatasnamakan agama tidak diperbolehkan, sementara orang yang melakukan tindak kekerasan dengan mengatasnamakan Pancasila justru diperbolehkan. Kenapa tidak dilarang saja semuanya?

Apakah Pancasila lebih suci daripada agama, sehingga mereka harus mati-matian membelanya? apakah agama tidak berharga bagi mereka, sehingga mereka diam seribu bahasa ketika banyak aturan-aturan agama yang dicampakkan oleh manusia? kok bisa, Pancasila harus dibela, sementara agama tidak perlu dibela. Apa menurut mereka membela agama jaminannya neraka, sementara membela Pancasila jaminannya surga?

Bukankah ketika mereka mengajarkan kepada kami agar tidak melakukan tindakan intoleransi dengan mengatasnamakan agama kami patuhi. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada satupun tindakan kekerasan yang kami lakukan dengan mengatasnamakan agama. Mengapa ketika kami mengajak kepada mereka agar tidak melakukan tindak kekerasan dengan mengatasnamakan Pancasila justru mereka tetap saja terus melakukannya?

Ono opo iki? dosen, mahasiswa, ulama dan aktifis-aktifis Islam mereka intimidasi dengan mengatasnamakan Pancasila. Apa karena mereka terlalu kritis terhadap kebijakan-kebijakan istana, sampai-sampai mereka tidak mau dimplopi dan enggan diajak kompromi?

Negara semakin kacau balau dibuatnya. Orang-orang yang cerdas dan kritis coba dibungkam agar mereka tak berdaya, tapi maaf, mas, anda salah alamat, anda tidak akan bisa membungkam kami. Serbuan ancaman maupun ribuan tawaran menggiurkan yang anda ajukan tidak akan mampu menghentikan langkah kami dalam menyampaikan kebenaran.

Kami tau dengan resiko yang kami lakukan selama ini. Itu adalah resiko klasik sejak zaman para Nabi yang akan terus berulang, yakni “para penyeru keadilan pasti akan berhadapan dengan para pelaku kedzoliman”, sampai hari akhir pun akan terus seperti itu. Kami yakin dengan manisnya surga, sehingga kami pun sadar dengan pahitnya dakwah.

Allaahummanshurna fii iqomati diinika

#KhilafahAjaranIslam
#ReturnTheKhilafah
Cirebon, 8 Juni 2018

Loading...

Baca Juga