oleh

Dewan Pakar ICMI: Kyai Ma’ruf Harus Mundur Dari Ketum MUI Maupun Rais AM PBNU

 

Detikfakta.id — Hari ini 10 Agustus 2018 resmi pendaftaran Capres dan Cawapres periode 2019-2024 dengan 2 paslon yaitu Joko Widodo-Ma’ruf Amin daftar ke KPU pukul 09:00 dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno daftar ke KPU setelah sholat Jumat. Yang membedakan diantara keduanya,pendaftaran pasangan Jokowi-Ma’ruf sepi dari pendukung sedangkan pendaftaran pasangan Prabowo-Sandi diantar puluhan ribu bahkan ratusan ribu massa pendukung secara spontanitas dari masjid2 usai sholat Jumat,yang langsung bergabung secara sukarela dengan yel-yel 2019GantiPresiden membahana..

Redaksi telah meminta tanggapan Dewan Pakar ICMI Pusat Anton Tabah Digdoyo tentang hal ini via telpon sbb,

“Alhamdulillah pendaftaran Capres dan Cawapres berjalan lancar dan tertib walaupun saya lihat di video2 yang kini viral pasangan Prabowo-Sandi dikawal ratusan ribu massa spontan berjalan tertib menjadi hiburan di akhir pekan yang indah,” ujarnya

Baca Juga :  Ketua Umum GM FKPPI: Selamat Buat Fajri, Ketum DPP KNPI

Anton melanjutkan “Kita semua tahu ada seorang Cawapres yg menjadi pengurus lembaga atau Ormas yang independen tak boleh ikut berpolitik praktis yaitu K.H Ma’ruf Amin yang menjabat sebagai ketum MUI dan juga Rais am PBNU. Untuk itu beliau harus mundur dari 2 jabatan tersebut kalau tidak,akan merusak independensi organisasi. Jangan sampai MUI maupun PBNU dijadikan alat kampanye apalagi alat klaim representasi MUI maupun NU. Pak Ma’ruf jadi Cawapres bukan atas nama MUI ataupun NU tapi atas nama pribadi. Oleh karena itu beliau wajib mundur dari jabatan2 tersebut. Bahkan ketum-ketum MUI terdahulu pun tidak ada yang merangkap jabatan di pemerintahan guna menjaga kehormatan dan kemuliaan lembaga para Ulama tersebut.
Lihat Cawapres Sandiaga Uno yang juga Wagub Ibukota NKRI saja langsung mundur dari jabatan Wagub yang sangat prestisius tersebut begitu mendaftarkan diri sebagai Cawapres,mosok ketum MUI tak mengundurkan diri? Malunya itu.”
Pungkas Jendral Anton Digdoyo via telpon. ( M. Ilham )

Loading...

Baca Juga