oleh

Jokowi Terjebak dan Jadi Badut Politik

LeaderBoard_700x120

Opini : Dahlan Watihellu

Terlepas dari definisi politik secara umum, secara khusus saya mendefinisikan politik adalah penipuan secara halus. Sebab, definisi ini sangat tepat digunakan pada skenario politik koalisi oposisi melawan koalisi patahana dalam hal ini calon Presiden incumbent Joko Widodo (Jokowi) beserta partai koalisinya. Skenario politik dari koalisi oposisi ini patut diberi apresiasi serta perlu dijadikan sebagai pelajaran berpolitik bagi anak bangsa kedepan yang ingin terjun ke dunia politik. Sebab, ini merupakan suatu skenario politik yang luar biasa dan sulit ditebak oleh koalisi patahana.

Inilah ideologi, politik, strategi dan taktik (IDEOPOLSTRATAK) yang sesungguhnya. Skenario tipuan halus ini serentak membuat koalisi patahana dijadikan bahan badut politik oleh sejumlah kalangan. Forum Ijtima’ Ulama yang diselenggarakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Jumat 27 Juli kemarin membuka tikungan hitam bagi koalisi patahana. Pasca Forum Ijtima Ulama diselenggarakan, hanya butuh waktu singkat di last minute lalu diputuskan Kyai Ma’aruf Amin (Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia) sebagai Calon Wakil Presiden Jokowi dan mengabaikan nama Mahfud MD yang diusulkan oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.

Padahal Mahfud MD sudah menyiapkan Curriculum vitae atau Riwayat Hidup dan mengukur baju untuk acara deklarasi dirinya sebagai Cawapres pendamping Jokowi diesok hari. Jika pikiran politik yang terselubung dari koalisi kubu patahana bahwa Kyai Ma’aruf Amin bisa menjadi tameng simbol ulama dalam mendulang suara umat Islam sekaligus meredupsikan Ijtima Ulama, ini adalah suatu keterbatasan berfikir dari koalisi patahan dalam membaca peta politik koalisi oposisi. Ijtima Ulama dan ditambah lagi dengan skenario ngambek kardus kosong Partai Demokrat hanyalah umpan politik bagi koalisi patahana mengeluarkan nama Calon Wakil Presiden yang dianggap sakti.

Dengan munculnya nama Kyai Ma’aruf Amin menerangkan bahwa koalisi patahana termakan dengan umpan jelek dari koalisi opoisisi tersebut. Sebab, saat ini bisa dikatakan umat Islam terlanjur loyal kepada figur Prabowo Subianto, Partai Oposisi, dan para ulama yang berdiri dikoalisi oposisi akibat kekecewaan dari beberapa kebijakan maupun sikap politik pemerintah selama empat tahun berjalan. Hilangnya figur Mahfud MD menambah masalah bagi koalisi patahana, sebab figur Mahfud MD adalah figur tepat yang mampu membuat blunder koalisi kubu oposisi, bukan figur Ma’aruf Amin yang dinilai rakyat sudah terlalu tua dan tidak layak lagi mengurusi hal-hal politik duniawi.

Setelah munculnya Kyai Ma’aruf Amin, muncullah Sandiaga Uno (Wakil Gubernur DKI Jakarta), seorang figur muda, ganteng, cerdas, visioner, Enerjik dan ahli ekonomi yang akan mendampingi Prabowo Subianto. Kehadiran Sandiaga Uno ini semakin memperparah keyakinan percaya diri dari koalisi patahana. Selain ganteng, cerdas, visioner, Enerjik dan ahli ekonomi yang diyakini bersama Prabowo Subuanto mampu membawa Indonesia sesuai harapan umat Islam dan rakyat Indonesia, figur Snadiaga Uno juga merupakan represetasi kaum muda Indonesia, seperti yang dipidatokan Prabowo Subianto saat melakukan pertemuan pertama dengan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. Inilah kecerdasan Prabowo bersama koalisinya dalam menentukan Sang Calon Wakil Presiden sesuai harapan rakyat.

Setelah munculnya Sandiaga Uno, muncullah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beserta para ulama dan koalisi partai oposisi, mengantarkan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendaftarkan diri sebagai Capres dan Cawapres RI 2019 – 2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Disitulah berakhirnya skenario menjebak koalisi patahana Jokowi dengan umpan jelek. Yang pada akhirnya raut wajah Ketua Umum PDIP terlihat sedang kurang begitu sehat saat mendeklarasikan Jokowi – Kyai Ma’aruf Amin, sedangkan Prabowo bersama koalisi oposisinya tertawa. Habib Riziek pun tertawa. Keputusan koalisi Jokowi berpasangan dengan Kyai Ma’aruf Amin adalah tanda 1 per 3 kekalahan yang siap dihadapi.

LeaderBoard_700x120
Loading...

Baca Juga