oleh

Sidang mediasi ke II Karyawan Rumah Sakit Islam di Disnaker Banyuwangi

Banyuwangi, Detikfakta.id – Disnaker Banyuwangi yang menangani persoalan perselisihan hubungan industrial dan ketenagakerjaan bagi pekerja medis Rumah Sakit Islam (RSI) Banyuwangi. Selasa,(4/09/2018).

Pertemuan mediasi (Tripartit)  yang kedua  pada tanggal 30 agustus lalu menghasilkan kesepakatan bersama, al hasil perjanjian bersama (PB), pihak managemen yayasan kesehatan islam Banyuwangi (YKIB) sepakat membayar hak upah/gaji 2 bulan 10 hari (bulan juni, Juli dan 10 hari bulan Agustus) dengan batas waktu sampai dengan Tanggal 28 Agustus 2018 pihak yayasan sanggup membayar tunggakan gaji/upah tersebut kepada karyawan tanpa dibebani denda. Kamis, (30/8/2018)

“Juniadi selaku mediator disnaker banyuwangi menyampaikan Guna menyelesaikan perselisihan yang lainya seperti uang pesangon PHK, Tali Kasih yang belum diterima oleh karyawan, maka muncullah keselarasan bersama yang akan dituangkan dalam surat kesepakatan untuk melanjutkan mediasi perselisihan hubungan industrial ini pada senin tanggal 17 september 2018 yang akan datang, sebagaimana disampaikan oleh mediator saat di ruang mediasi. Selasa, (4/09/2018) 10:30 wib.

“karena masih adanya perselisiahan perselisihan lainya yang belum disepakati kedua belah pihak maka akan di bahas pada pertemuan yang akan datang hingga keduanya sepakat”. tambah Junaidi saat di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Gubernur Koster Apresiasi Smartfrend Dukung Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Sedangkan Ketua persatuan perawat nasional indonesia (PPNI ) banyuwangi Dr. Ns. Sismulyanto, M.Kep,. M.Kes  Saat di luar ruang mediasi menyampaikan kepada media.

“PPNI Banyuwangi selaku organisasi profesi yang berhak atas pendampingan  akan melakukan pengawalan sampai tuntutan anggota terpenuhi, bagi pemberi pekerja seperti RSI dan yayasan harus menyiapkan plant plant sebelumnya agar pihak pemberi kerja sudah siap untuk memberikan hak haknya terhadap karyawan apabila terjadi pailite atau kolap,  “ungkapnya.

“Harapanya penyelesain perselisihan ini kalau bisa diselesaikan secara baik di dinas ketenagakerjaan saja,  dan kalau bisa diselesaikan di luar persidangan”. harap Sismulyanto. (Edis)

Loading...

Baca Juga