oleh

Sekjen GPI Desak KPU Untuk Mendiskualifikasi Partai Koruptor Dari Peserta Pemilu 2019

Jakarta, Detikfakta.id – Terungkapnya kasus aliran dana illegal korporasi PLTU Riau yang menyeret institusi Partai Politik Golkar membuat kalangan aktivis menjadi prihatin dan angkat suara karena menyangkut institusi partai tidak hanya perseorangan.

Partai Golkar terancam melanggar UU Pidana Korporasi, karena partai dapat disamakan maknanya dengan organisasi dan merupakan sebuah kumpulan orang dengan tujuan yang sama sehingga harus didiskualifikasi jika memang terbukti Pidana Korporasinya.

“Jika hal itu benar-benar terjadi, maka dengan itu secara undang-undang, Partai Golkar harus didiskualifikasi sebagai partai peserta pemilu 2019.” Tegas Sekjen PP GPI Diko Nugraha.

Selanjutnya Diko Nugraha juga mendesak kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk segera mendiskualifikasi partai politik yang terbukti menerima aliran dana illegal.

“Kami mendesak KPU untuk menjadi lembaga pemilu yang adil dan berpegang teguh kepada Undang-undang, apabila memang Partai Golkar terbukti mendapatkan aliran dana ilegal (Pidana Korporasi), maka harus segera didiskualifikasi. Agar tidak ada lagi partai politik menerima aliran dana dari hasil korupsi.” Tegasnya Diko.

Baca Juga :  Warga Banyuwangi Keluhkan Maraknya Tambang Galian C Diduga Ilegal

Kronologi tragedi memalukan ini dimulai dari mantan anggota DPR Enni Mauliani Saragih yang bernyanyi di KPK sehingga merembet ditetapkannya Idrus Marham sebagai tersangka dan Airlangga Hartanto juga dipanggil dan diperiksa oleh KPK, begitu juga Menteri Perindustrian yang tinggal menunggu waktu untuk dipanggil dalam proses hukum KPK.

Terakhir Diko juga menghimbau kepada KPK untuk tetap menindaklanjuti pengakuan dari Enny tersebut walau dari Partai Pendukung Rezim.

“Untuk itu kami mendukung penuh KPK menegakkan hukum meskipun itu merupakan partai pendukung rezim sekalipun, agar demokrasi kita bebas, jujur dan adil dari oknum elit partai maupun yang bukan dari partai sekalipun.” Pungkasnya. (Rahman).

Loading...

Baca Juga