oleh

Ratna Sarumpaet Mengaku Dikirim Dinas Pariwisata DKI Jakarta ke Chile

LeaderBoard_700x120

Detikfakta – Ratna Sarumpaet mengaku bahwa keberangkatannya ke Chile karena dikirim Dinas Pariwisata DKI Jakarta.  Dirinya sempat menyatakan keheranannya saat polisi datang ke ruangan imigrasi dengan membawa surat penangkapan berstatus tersangka.

Sesampainya di Polda Metro Jaya sekitar pukul 00:10 (5/10/2018), dalam wawancaranya dengan wartawan melalui telepon, Ratna menceritakan bahwa penangkapan dirinya terjadi saat dia sudah di dalam pesawat. Dirinya didatangi oleh petugas Imigrasi yang memintanya untuk keluar dari pesawat karena ada perintah dari kepolisian. Ratna Sarumpaet kemudian dibawa ke ruangan imigrasi.

Putri Saladin Sarumpaet, Menteri Pertanian dan Perburuhan dalam kabinet Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) ini sempat menyatakan keheranannya polisi datang membawa surat penangkapan dengan status tersangka.

“Ini buat saya aneh, karena baru tadi siang kayaknya saya ketika masih dirumah mendapat surat panggilan. Saya sudah koordinasi dengan pengacara bahwa saya akan ke Chile dan akan kembali tanggal 10. Dan tolong menghubungi Polda supaya diundur, direschedule. Tapi sekarang tahu-tahu sudah jadi tersangka dan mereka mau tahan saya sekarang,” kata Pencipta Hoaks Terbaik.

Saat polisi datang, dikatakan bahwa ada perintah agar Ratna Sarumpaet tidak boleh meninggalkan Indonesia. Tidak dijelaskan oleh perempuan 70 tahun ini apakah yang bertanya petugas dari imigrasi atau kepolisian, pertanyaan yang diajukannya berkisar pada pertanyaan standar.

“Ini dalam rangka apa? Saya bilang The 11th Women Playwrights International Conference 2018 . Dan saya ceritakan bahwa ini sebenarnya saya dikirim Dinas Pariwisata DKI Jakarta.”

Pendiri Ratna Sarumpaet Crisis Centre ini menjelaskan mengapa Pemda DKI sampai membiayai dirinya ke Chile.

“Saya ini sebenarnya sebagai senior advisor konferensi itu. Jadi para penulis internasional itu saya di sana semacam senior advisornya. Jadi saya memang diundang khusus untuk membuka,” jelas ibunda Atiqah Hasiholan ini.

Sebenarnya konferensi serupa ini pernah diadakan di Indonesia pada tahun 2007. Pada saat itu yang menjadi gubernur adalah Sutiyoso. Alasan inilah menurut pengakuan menjadi dasar pentingnya dirinya hadir di Chile.

“Karena kongres yang serupa pada 2007 pernah diselenggarakan di Jakarta ketika pak Sutiyoso jadi gubernur. Jadi itu salah satu alasan kenapa Pemda menganggap perlu mengangkat saya,” tutup Ratna Sarumpaet. (SDM)

LeaderBoard_700x120
Loading...

Baca Juga