oleh

Galian C Ilegal Wirolegi Jember Terus Beroperasi

DETIKFAKTA–  Bukit di kawasan desa Wirolegi yang ditumbuhi tanaman keras kayu kayuan dahulu tampak hijau. Dalam sekejap telah rata berubah. Tampak beberapa alat berat melakukan kegiatan pengerukan batu, pasir dan tanah urukan untuk dijual kepada masyarakat umum dan proyek pemerintah yang ada di sekitar Jalan Sritanjung RT 03 RW 02 Desa Wirolegi Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Senin, 14/1/2018

Kegiatan pengerukan yang dapat dikategorikan sebagai penambangan Galian C. Penambangan ini telah berlangsung sejak bulan Februari 2018. Dengan menggunakan sarana berupa alat berat Eksavator sebanyak 4 Unit.

Suyitno  warga Wirolegi merupakan salah satu pekerja dan penanggung jawab lapangan  menjelaskan bahwa kegiatan tersebut milik bosnya yang bernama A Lung. Ia sekaligus pemilik alat berat adalah orang kuat dan pengusaha sukses di kabupaten Jember.

Baca Juga :  Agus Flores: Saya Membantu Pembeli Aset Lelang Untuk Mendapatkan Haknya

“Ini tambang milik pak A lung bos saya, dan alat berat nya juga milik dia,” ungkap Suyitno kepada wartawan.

Tampak pula puluhan dumptruck pengangkut material berjajar menunggu giliran antrian. Untuk dapat membeli pasir, batu maupun bahan material tanah uruk yang rata-rata dikirim di sekitar dalam wilayah kota Jember. Dengan harga jual 600 ribu rupiah per dumtruk yang diantarkan sampai tempat tujuan.

Ketergantungan terhadap material alam untuk terlaksananya pembangunan nasional telah memberi celah kepada para pelaku usaha galian C ilegal untuk mencari banyak keuntungan.

Padahal kegiatan pertambangan dengan cara menggali, mengangkut dan menjual bahan material tambang diwajibkan harus memiliki izin dari pemerintah berupa kelengkapan dokumen Izin Usaha Pertambangan IUP dan dokemen UKL -UPL  Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Dampak Lingkungan lainnya.
Hal tersebut terkandung dalam undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan minerba dan batubara.

Baca Juga :  Warga Banyuwangi Keluhkan Maraknya Tambang Galian C Diduga Ilegal

Banyak keluhan masyarakat yang tidak digubris atau tidak didengar oleh para pejabat pemerintah maupun aparat penegak hukum itu sendiri.

Hal ini disampaikan Yasmin ibu rumah tangga warga desa Wirolegi, “Kalau memang ada sikap tegas dari pemerintah maupun aparat penegak hukum kok tidak ditindak secara hukum, padahal kan jelas ini merusak alam dan melanggar hukum,” jelas Yasmin.

Sampai berita ini dipublikasikan, A lung pemilik kegiatan Pertambangan belum bisa dikonfirmasi oleh media. (EST)

Loading...

Baca Juga