oleh

Nurhasanudin Terima Putusan Majelis Hakim Soal Pelanggaran Kampanye

DETIKFAKTA – Nurhasanudin atau biasa disapa bang Acang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Seperti yang di beritakan sebelumnya, Nurhasanudin caleg PAN dan pelaksana kampanye Saeful Backri untuk DPRD DKI Jakarta ini oleh Bawaslu Jakarta Utara dianggap melakukan pelanggaran kampanye.

Seperti yang diceritakan kepada detikfakta.id, awalnya apa yang di lakukan bang Acang dan tim pelaksana kampanye Saeful Bachri semata berniat ibadah. Saat itu bang Acang yang juga seorang ustad sedang memberi ceramah agama. Bang Acang mengakui dirinya sempat mempromosikan dirinya sebagai seorang caleg dan membagikan kalender. Hal inilah yang dianggap sebagai pelanggaran kampanye.

Oleh karena itu bang Acang meminta maaf pada segenap rakyat Indonesia. Karena telah mencederai demokrasi yang sedang berkembang di tanah air. Demikian dikatakan kepada detikfakta.id, Senin (8/4/2019) di kantor RW 005 /RT 14 kelurahan Semper Barat Kecamatan Cilincing Jakarta Utara.

Baca Juga :  ARM dan Emak-Emak Laporkan Dugaan Politik Uang Caleg Demokrat
“Secara lahir dan batin saya meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Karena saya sudah mencederai pesta demokrasi. Karena sebagai manusia biasa, saya juga tidak luput dari salah dan khilaf,” tegas Nurhasanudin.

Bang Acang mengaku selalu hadir dalam semua sidang di PN Jakarta Utara terkait masalah pelanggaran pemilu yang dituduhkan kepadanya oleh Bawaslu Jakarta Utara. Meskipun sempat memakan waktu yang tidak sebentar, ia selalu kooperatif.

Pada akhirnya bang Acang dan pelaksana kampanye Saeful Bachri di vonis 3 bulan penjara dan masa percobaan 6 bulan dan denda 10 juta oleh majelis Hakim Jakarta utara. Putusan dibacakan majelis hakim Chrisfajar Sosiawan sidang di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (8/4/2019) sore.

Baca Juga :  Panglima FSI: Kerusuhan 21-22 Mei Itu Siapa Yang Bertanggung Jawab?

Dijelaskan bahwa majelis hakim memutuskan untuk tidak menjatuhkan pidana kurungan kepada Nurhasanudin, seperti tuntutan JPU. Pertimbangan majelis hakim, bang Acang dinilai kooperatif selama proses persidangan. Sebelumnya, Nurhasanudin juga tidak pernah bermasalah dengan hukum. Bang Acang juga masih muda dan selama ini memberikan manfaat kepada bangsa dan negara dengan dakwahnya.

Atas vonis majelis hakim, sebagai warga negara yang baik, bang Acang menghormati segala keputusan majelis Hakim. Ia menerimaputusantersebut dan tidak menyatakan banding.

“Sebagai warga negara yang baik saya menghormati segala keputusan majelis hakim terhadap diri saya,” tutupnya. (ANW)

Loading...

Baca Juga