oleh

Nusantara Center Usul Larang Anak Lebih dari Satu dan Nikah Muda

DETIKFAKTA.ID – Sebagai lembaga think-tank kajian intelektual Indonesia, Nusantara Center yang didirikan oleh Yudhie Haryono meluncurkan buku “Menuju Indonesia Bebas Kemiskinan.” Peluncuran tersebut bersamaan dengan diskusi rutin bulanan di Depok Alam Permai Blok F9, Jawa Barat, Sabtu (7/9/2019).

Problem kemiskinan menarik menjadi bahasan kajian klub diskusi tersebut dikarenakan setelah 74 tahun merdeka, rezim – rezim yang ada gagal menghilangkan kemiskinan dari warga negara

“74 tahun kita sudah merdeka dan makin stabil angka kemiskinannya kita adalah fakta. Rezim-rezim yang ada “gagal” menghempaskan kemiskinan dari rumah-rumah kita,” ujar Yudhie yang juga anggota wali amanat Universitas Timbul Nusantara.

Selanjutnya berdasarkan kajian buku tersebut, Yudhie menawarkan konsep depopulasi yaitu pengaturan jumlah penduduk seperti Keluarga Berencana.

Baca Juga :  Panel Surya Elektro UNJ Manfaatkan Sumber Energi Alternatif

“Di buku ini, kami punya hipotesa berbasis kajian postkolonial. Bahwa kita miskin karena over populasi. Maka, program dan solusinya adalah depopulasi. Bentuknya merevitalisasi kegiatan keluarga berencana (KB),” imbuh pendiri Nusantara Center.

Adapun tujuan revitalisasi gerakan Keluarga Berencana (KB) dalam rangka membentuk keluarga sehat, sejahtera dan makmur dengan cara pengetatan usia perkawinan serta setiap keluarga hanya dibolehkan punya anak satu.

“Ini adalah gerakan untuk membentuk keluarga sehat, sejahtera dan makmur dengan membatasi umur pernikahan dan jumlah kelahiran. Perencanaan umur pernikahan yang dewasa dan rencana jumlah keluarga dengan pembatasan anak. Umur nikah 20 tahun dan jumlah anak dalam keluarga adalah satu. Tak boleh lebih,” tuturnya.

Baca Juga :  Bola Salju Aksi 212: Diawali di Ciamis, Diakhiri di Ciamis

Dengan adanya pengaturan ini, diharapkan kemiskinan di Indonesia akan berkurang. Karena menurutnya kemiskinan tersebut dapat dihilangkan diawali dengan menghapus kemiskinan keluarga.

“Dus, makin umur saat menikah dan makin sedikit anak saat berkeluarga akan memastikan makin berkualitas keluarga di masa depan. Kualitas keluarga menentukan kualitas negara. Menghapus kemiskinan negara dimulai dengan menghapus kemiskinan keluarga,” jelasnya. (RYO)

Loading...

Baca Juga