oleh

Pejalan Kaki Keluhkan Pengemudi Ojol Kerap Mangkal di Bahu Jalan

DETIKFAKTA.ID –  Pengguna jalan mengeluhkan para pengemudi ojol (ojek online) yang selalu mangkal di bahu jalan. Parkir tidak pada tempatnya ini semakin menambah kesemerawutan dan juga kemacetan. Bahkan terkadang tidak menghiraukan rambu-rambu lalu lintas yang jelas-jelas menandakan dilarang parkir.

Ino salah satu karyawan swasta yang bekerja di kawasan Tanjung Priok ini mengatakan bahwa pengemudi ojol ini sering parkir ditempat yang tidak semestinya. Selain semerawut dan menambah kemacetan dan, kondisi ini dirasa sangat menganggu pejalan kaki maupun pengguna jalan lainnya. Bahkan trotoar terkadang juga dijadikan tempat mangkal oleh mereka.

“Asal pagi mau berangkat kerja, saya pasti kejebak macet. Setelah saya teliti ternyata biang kemacetannya ojol yang mangkal di bahu jalan. Kalau sudah mangkal satu, yang lain pasti ikutan juga. Semoga ini menjadi perhatian bagi pemerintah agar ditertibkan,” ungkapnya kepada detikfakta.id di jalan Ahmad Yani Jakarta Timur, Senin (7/10/2019)

Baca Juga :  Spanduk Atau Billboard Raksasa KPN-GP Terpasang di Aceh Tengah

Ia melanjutkan, setiap pengguna jalan mempunyai hak yang sama dengan pengendara. Jalan untuk pengendara dan bau jalan untuk pejalan kaki. Diperlukan kesadaran dalam berlalu lintas dan saling menghormati sesama pengguna jalan agar bisa tercipta masyarakat yang tertib berlalulintas.

“Setiap pengguna jalan pada hakikat mempunyai hak yang sama. Namun kalau tidak ada kesadaran di antara pengguna jalan, tentunya tidak akan tercipta kelancaran dalam berlalulintas. Jadi siapapun itu, jangan sampai merampas hak pengguna jalan yang lain karena disamping membuat kemacetan, juga akan berakibat fatal,” cetusnya.

Ino menegaskan, dirinya bukan tidak suka dengan transportasi online, namun mereka harus bisa tertib. namun mereka seharusnya tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tapi juga memikirkan kepentingan dan kenyamanan bersama.

Baca Juga :  Cipayung Plus UNJ Ajak Mahasiswa Stop Rasisme Papua

“Saya bukan tidak suka dengan transportasi online namun mereka juga harus lebih tertib. Kalau kehadiran mereka malah bikin semerawut, ya mending bubarin aja,” tambahnya. (ANW)

Loading...

Baca Juga