oleh

Perang Dagang AS-Tiongkok Mengancam Ekonomi Negara-Negara Asia

DETIKFAKTA.ID – Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat-Tiongkok merugikan negara-negara Asia lainnya. Begitu disampaikan oleh Indonesian Bureau of Economic Research (IBER) dan the Asian Bureau of Economic Research (ABER).

“Perang dagang AS – Cina telah melemahkan pertumbuhan global,” ujarnya dalam keterangan tertulis Selasa, (29/10/2019).

IBER dan ABER pun mengangkat issue ini dalam simposium internasional yang bertajuk “Asia’s Trade And Economic Priorities 2020”. Acara tersebut diselenggarakan pada Selasa, (29/10/2019) di Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta Selatan. Acara dibuka oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo dan juga dihadiri ekonom nasional dan internasional.

Perang Dagang ini lebih lanjut menyebabkan pelambatan pertumbuhan ekonomi di negara Asia. Selain itu Investasi juga mengalami penurunan yang signifikan padahal negara-negara di Asia sangat bergantung pada sektor perdagangan.

Baca Juga :  The Economist dan World Bank Buka Mata Dunia

“Pertumbuhan (ekonomi-red) turun lebih dari setengahnya dari 4.6 ke 2.6 persen, sementara investasi langsung asing global mengalami penurunan sebanyak 27 persen,” imbuhnya

Sebagai solusinya IBER dan ABER mengajak negara-negara Asia menunjukkan kepemimpinan. Diantaranya dengan memperkuat kerjasama dalam segala bidang.

“Ekonomi-ekonomi di Asia harus menunjukkan kepemimpinan. Mereka harus melakukan peningkatan, bekerja sama dan berhubungan dengan yang lainnya untuk mampu menghadapi tantangan-tantangan,”tuturnya

Penyelesaian AS-Tiongkok tanpa keterlibatan negara-negara Asia lainnya adalah preseden buruk yang harus diantisipasi.

“Akan menjadi suatu preseden yang negatif jika konflik perdagangan diselesaikan lewat perjanjian Amerika Serikat (AS)-Cina yang mana tidak mengikutsertakan pihak lainnya,”pungkasnya. (RYO)

Loading...

Baca Juga