oleh

Rahmat Himran Calon Ketua PW GPI Jakarta Raya: GPII Itu Organisasi Terlarang

DETIKFAKTA.ID – Aktivis nasional Rahmat Himran secara terbuka mengumumkan dirinya akan maju sebagai calon Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Jakarta Raya (PW GPI Jakarta Raya). Pemilihan Ketua PW GPI Jakarta Raya ini akan digelar dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) GPI Jakarta Raya yang digelar pada 9-10 November 2019 di Wisma PHI Cempaka Putih Jakarta Pusat.

Kabar ini dibenarkan oleh Rahmat Himran saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (9/11/2019) siang. Ia menegaskan, akan membangkitkan kembali kebesaran nama GPI seperti masa jayanya.

“Saya maju sebagai salah satu calon Ketua PW GPI Jakarta Raya karena ingin membesarkan organisasi tersebut. Motto saya adalah “Pemuda Islam yang unggul dan modern untuk Jakarta Raya”. Jika saya menjadi Ketua, maka ghiroh perjuangan GPI akan saya bangkitkan lagi. Saya berjanji akan terus berjuang dibawah bendera GPI,” kata Rahmat Himran.

Diakui inisiator pengepungan LBH Jakarta beberapa waktu lalu, bahwa GPI memang sudah besar. Namun Rahmat Himran melihat diakhir-akhir kepengurusan ini GPI Jakarta Raya terlihat kurang aktif dalam berbagai macam kegiatan. Baik dalam kegiatan internal maupun eksternal yang ada di lingkungan GPI.

“Sehingga saya ingin mengembalikan kejayaan yang pernah dicapai GPI dimasa sebelumnya. Saya akan aktifkan kembali berbagai macam kegiatan keislaman dan kepemudaan,” tegasnya.

Baca Juga :  Sekjen GPI: Jawa Timur Butuh Suara Lantang La Nyalla di DPD RI

Ia menyadari jika saat ini terjadi gesekan intern kader GPI wilayah Jakarta Raya. Karenanya, jika terpilih, maka Rahmat Himran lebih dulu akan memperjelas eksistensi perjuangan para kader yang ada di Jakarta Raya.

Langkah awal Rahmat Himran untuk memperjelas eksistensi kader GPI adalah dengan merebut gedung di Menteng Raya 58 Jakarta Pusat untuk dijadikan sebagai sekretariat yang sah. Kader GPI yang juga Ketua Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) ini meyakini bahwa GPI adalah pemilik sebenarnya gedung sekretariat tersebut.

“Saat ini sekretariat tersebut dihuni oleh organisasi terlarang GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia-red). Maka langkah awal saya adalah merebut gedung untuk eksistensi organisasi GPI. Agar kita mempunyai sekretariat yang sesuai dengan apa yang sudah diberikan oleh senior-senior kita. Karena itu adalah milik kita,” ujar Rahmat Himran. (OSY)    

Baca Juga :  TKI Majalengka Dihukum Mati, Evaluasi Menaker dan Kepala BNP2TKI
Loading...

Baca Juga