oleh

HMI UNJ Sikapi Polemik Aibon dan Pasir Milyaran di APBD Jakarta

DETIKFAKTA.IDHimpunan Mahasiswa Islam Koordinator Komisariat Universitas Negeri Jakarta ( HMI UNJ ) menggelar diskusi publik merespon polemik anggaran aibon, pasir dan pulpen milyaran di APBD DKI Jakarta.

Hadir sebagai narasumber Miartico Gea, yang akrab dipanggil Bung Mico, peneliti dari Indonesian Public Institute (IPI). Acara ini dimoderatori oleh Ketua HMI UNJ, Rahman Sugidiyanto bertempat di Asrama Sunan Giri, Rawamangun, Jakarta, (16/11/2019).

“HMI UNJ sebagai kampus pendidikan dan plat merah yang wilayahnya di Jakarta. Semuanya bertanggung jawab terhadap permasalahan di Jakarta,” tutur Rahman memantik diskusi.

Miartico sebagai narasumber menerangkan bahwa pernyataan Anies yang menyalahkan pemerintahan sebelumnya merupakan hal yang tidak etis. Alih-alih menyalahkan, ia menyarankan agar Anies segera melakukan perbaikan tanpa menyalahkan.

Baca Juga :  Pastikan Kedaulatan Rakyat Tidak Dicurangi, GPI Siap Menjadi Garda Terdepan

“Masalah APBD ini selalu ada setiap tahun. Sejak zaman Jokowi dimulai perbaikan dengan e-budgeting. Pak Anies harusnya langsung memperbaiki tanpa menyalahkan,” ucap Miartico.

Miartico pun menyayangkan langkah Anies menutup akses situs e-budgeting setelah terungkap masalah milyaran oleh politisi PSI, William Sarana.

“Penutupan akses e-budgeting setelah terungkap anggaran bermasalah tersebut sangat disayangkan di era keterbukaan ini,” imbuhnya

Selanjutnya Miartico berharap agar dalam penyusunan anggaran ini lebih mengedepankan kepentingan masyarakat. Ia berharap agar mahasiswa tetap kritis mengawal pemerintahan DKI Jakarta.

“Anggaran yang ada hendaknya bermanfaat bagi masyarakat. Misal masih banyak anak-anak stunting (kerdil-red), bisa digunakan anggaran tersebut untuk susu di sekolah-sekolah, KJP, beasiswa mahasiswa. Dan mahasiswa hendaknya tetap mengawal issue ini,” pungkasnya. (RYO)

Baca Juga :  Diduga Terjadi Malpraktek, Seorang Pasien Menderita Pembengkakan di Mukanya
Loading...

Baca Juga