oleh

Unija: Kuliah Online, Dosen Tak Bisa Kontrol Langsung Mahasiswanya

DETIKFAKTA.ID – Wakil Rektor Satu (Warek 1) Universitas Jakarta (Unija) Dr. (Cand) Didih Setiabudi SH Msi menyebut pandemi corona yang terjadi mempengaruhi proses belajar mengajar perkuliahan. Ia menyebut cara belajar online membuat dosen tidak bisa mengawasi langsung perkembangan belajar mengajar yang terjadi.

Didi menjelaskan, dampak pandemi virus corona ini membuat sebagian besar universitas memberlakukan kuliah secara online. Meski ia menyadari bahwa kuliah secara online adalah salah satu cara mengurangi penyebaran virus corona, namun ia mengakui proses belajar mengajar seperti ini tidak efektif.

“Sudah banyak, bahkan ada 80 universitas yang menjalankan perkuliahan dengan cara online, jarak jauh. Namun tentunya ini tidak efisien. Karena dosen tidak bisa mengontrol langsung apa yang dikerjakan oleh mahasiswanya” ujar Didi di lantai 1 ruang Purek 1 Universitas Jakarta, jalan Pulomas Barat,  Jakarta Timur, Kamis(19/3/2020).

Baca Juga :  Diduga Monopoli Parkir, KPPU Akan Tindak Tegas OVO

Didi berharap, Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Pendidikan agar menyiapkan insfrastruktur untuk semua universitas maupun sekolah di Jakarta.

Ia tidak memungkiri bahwa belajar jarak jauh bertujuan untuk mencegah virus Corona. Sayangnya,tidak sedikit siswa atau mahasiswa justru menggunakan kebijakan belajar di rumah ini untul hal-hal yang tidak patut. Didi berharap orang tua dan lingkungan turut menaruh perhatian pada proses belajar mengajar di rumah.

“Pemerintah juga harus menyiapkan insfrastruktur belajar dan mengajar yang baik. Saya tidak pungkiri juga dengan adanya belajar mengajar jarak jauh yang tujuannya untuk mencegah penularan virus corona ini malah dimanfaatkan siswa maupun Mahasiswa untuk jalan-jalan. Mohon agar para orang tua memperhatikan,” tuturnya.

Baca Juga :  FIA Unija Gelar Diskusi Publik Sosialisasikan Omnibuslaw

Menanggapi cemoohan dari beberapa pihak bahwa Unija adalah universitas murahan, ia mengingatkan tujuan didirikannya universitas tersebut. Pendiri menginginkan semua kalangan dapat mengenyam pendidikan hingga S1.

“Kampus Unija adalah kampus yang bisa terjangkau oleh semua kalangan masyarakat. Sesuai pendiriannya, mencerdaskan masyarakat. Murah tapi bukan murahan. Banyak tokoh yang lahir dan terkenal dari kampus ini,” tutupnya (ANW)

Loading...

Baca Juga