oleh

Kasudin LH Jakarta Utara: Insyaallah Sedekah Sampah Bernilai Ibadah

DETIKFAKTA.ID – Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara Achmad Hariadi berupaya mendorong Gerakan Sedekah Sampah sebagai salah satu strategi dalam rangka pengurangan sampah di sumbernya. Hal ini sebagai Tindak Lanjut Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No 108 tahun 2019 tentang Kebijakan dan Strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Hariadi menyebutkan, sebelum ada Himbauan Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara tentang Gerakan Sedekah Sampah, Masyarakat Kelurahan Rawa Badak Selatan Kecamatan Koja Jakarta Utara telah melakukan kegiatan tersebut. Adapun sebagai embrio gerakan sedekah sampah tersebut dilaksanakan di Masjid Al Mujahidin RW 08 Kelurahan Rawa Badak Selatan dan Mushola Baitul Muttaqin Al Bimawi RW 07 Tugu Selatan, Kecamatan Koja.

Baca Juga :  Surat Edaran Bupati Kapuas Terkait Gas LPG Tabung 3 Kg Bersubsidi

“Allhamdulilah kegiatan gerakan sedekah sampah sebelumnya telah dilaksanakan secara sukarela oleh warga Kecamatan Koja. Embrio gerakan tersebut dilaksanakan di Masjid Al Mujahidin serta Mushola Baitul Muttaqin AL Bimawi. Hasil dari sedekah sampah tersebut digunakan untuk pembagunan masjid dan perawatan musholla di wilayah tersebut,” ujar Hariadi di kantor Sudin LH Jakarta Utara, Senin (30/3/2020).

700 Covid DF
700 Covid DF

Lanjutnya, gerakan sedekah sampah ini berbeda dengan pola bank sampah, warga harus menunggu kuota timbangan. Pada gerakan ini, sampah an organik dari rumah tangga bisa langsung disedekahkan kepada  Pengelola Tempat Ibadah seperti Masjid, Mushola, Gereja, Pure, Kelenteng, Vihara

Hariadi pun meyakini jika bersedekah melalui gerakan sedekah sampah ini akan bernilai ibadah seperti sedekah lainnya.

Baca Juga :  Belum Ada Solusi Jitu Untuk Pengelolaan Sampah di Banyuwangi?

“Kalau bank sampah, warga harus menunggu berat timbangan tertentu baru bisa didistribusikan. Namun kalau sedekah sampah secara langsung sampah an organik dari rumah tangga bisa diberikan kepada Pengelola Tempat Ibadah seperti Masjid, Mushola, Gereja, Pure, klenteng, Vihara Dan Insyaa Alloh bernilai ibadah kepada Tuhan yang Maha Esa,” tutupnya. (ANW)

700 Covid DF
Loading...

Baca Juga