oleh

Sri Bintang Pamungkas Sebut Penolakan Praperadilan Yudi Syamhudi Suyuti Karena Digoreng

DETIKFAKTA.ID – Aktivitas senior Sri Bintang Pamungkas menilai ditolaknya gugatan praperadilan atas kasus penyebaran berita bohong dengan terdakwa Yudi Syamhudi Suyuti karena kesalahan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Ia bahkan sudah menduga hasil sidang gugatan praperadilan tersebut sebelum sidang dimulai.

Ditemui usai diumumkannya hasil sidang gugatan praperadilan, Sri Bintang Pamungkas mengaku tidak kaget akan hasil sidang praperadilan yang berlangsung kurang dari 30 menit. PN Jakarta Selatan menganggap gugatan yang dilakukan tim kuasa hukum tidak memenuhi syarat.

Menurutnya, ditolaknya gugatan tersebut akibat kesalahan Ketua PN Jakarta Selatan. Sri Bintang Pamungkas menyebut, pendaftaran praperadilan kasus ini sudah lebih dulu dari pada pelimpahan pokok perkara dari Jaksa ke pengadilan. Seharusnya Ketua PN Jakarta Selatan mengambil kebijakan tidak membentuk majelis hakim untuk pokok perkara terlebih dahulu sebelum praperadilan selesai.

Baca Juga :  Parulian: Aksi Kok Gak Ada Cerdas-Cerdasnya

“Pra peradilan itu berapa lama sih. Paling 10 hari sampai 15 hari selesai. Namun yang terjadi ini kan seperti tumpang tindih begitu,” kata Sri Bintang Pamungkas di PN Jakarta Selatan, Selasa (9/6/2020).

Ia kemudian memberi contoh dengan yang dimaksud tumpang tindih antara sidang praperadilan Yudi Syamhudi Suyuti dengan pengadilan pokok perkara. Jika seminggu sebelumnya ditetapkan sidang praperadilan digelar hari Selasa, maka paling tidak sidang pokok perkara digelar setelah hari selasa. Namun jika ditetapkan sidang pokok perkara digelar pada hari senin (satu hari sebelum praperadilan), maka itulah yang dimaksud dengan tumpang tindih.

“Jadi dari situ saja sudah diketahui bahwa ada permainan dari pengadilan. Khususnya Ketua Pengadilan. Mempermainkan hukum dari pihak praperadilan dan hukum dari pokok perkara. Ini sengaja digoreng,” ujar Sri Bintang Pamungkas.

Baca Juga :  Usai Tawuran Antar Geng, Kapolsek Tambora Temukan 5 Kg Sabu

Aktivis senior ini menambahkan, jika ingin menyelenggarakan hukum dengan baik, seharusnya praperadilan yang sudah didaftarkan lebih dahulu, harus dilaksanakan. Penunjukan majelis hakim untuk pokok perkara seharusnya ditunda, menunggu hasil dari putusan praperadilan.

“Jangan dilaksanakan dalam waktu bersamaan begini. Jadi ini menurut saya, dengan prapreadilan ini dugugurkan dengan alasan pokok perkara sudah masuk, maka sebetulnya ini perbuatan melawan hukum dari Ketua Pengadilan khususnya dan dari jaksa yang memaksakan agar pokok perkaranya itu dipercepat agar menggugurkan praperadilan,” tutup Sri Bintang Pamungkas.

Usai pembacaaran putusan sidang, baik tim kuasa hukum Yudi Syamhudi Suyuti maupun hakim yang memimpin sidang tidak dapat dikonfirmasi. (ANW)

Loading...

Baca Juga