oleh

Pencetus Demokrasi. Opini Watik Handayani

Pencetus Demokrasi. Oleh: Watik Handayani, Komunitas Muslimah Menulis.

Sejak kemerdekaan hingga hari ini, pemahaman demokrasi saat ini di Indonesia terdiri dari beberapa model perwakilan yang berbeda satu dengan lainnya. Sejak era reformasi, ada perubahan politik yang signifikan di Indonesia.

Melihat implementasi demokrasi di era reformasi ini sering disebut sebagai masa euforia kebebasan. Sejujur nya kita harus rela inilah cara untuk mengembangkan demokrasi kita yang tidak sehat. Demokrasi yang berulang kali kita kembangkan itu dapat meningkatkan dan segera membawa bangsa ini keluar Dari krisis multidimensi. Bahkan ada tanda-tanda semakin memperburuk situasi. Demokrasi buatan manusia pencetusnya kamal attatur. Allah telah meng azabnya, karena telah memporak porandakan sistem Islam yang sudah berjaya selama 13 abad. Karena kelemahan umat Islam dalam berfikir dan pengaruh barat yang hedonisme hingga saat ini .

Baca Juga :  Dibebaskannya Ustaz ABB, Kita Harus Apresiasi Presiden Jokowi

Itu semua mengakibatkan kebobrokan sistem Demokrasi yang membawa dampak kemaksiatan yang merajalela.
Dimasa ini sudah banyak pemodal yang gulung tikar. Ditengah wabah pandemi pemerintah kelihatan abaikan perasaan masyarakat. Bahkan tidak peduli miskin sampai makan pun tidak mampu. Sehingga banyak orang meninggal karena nya. Bantuan yang tidak merata dan tidak sesuai harapan membuat merana.Karena tidak ada tempat tinggal dan ngontrak pun tidak ada uang hingga diusir oleh pemiliknya.

Allah SWT berfirman (QS.Ali Imran :159.)
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”

Baca Juga :  Jangan Suriahkan Indonesia, Catatan Kecil Pojok Warung Kopi Ndeso

Karena itu Demokrasi tidak sesuai Ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan kemaslahatan. Hanya ada musyawarah bersama menyelesaikan problematika. Walaupun masyarakat umumnya Demokrasi itu kebebasan berpendapat dan bermusyawarah. Tapi pada hakekatnya hanya kepentingan bisnis penguasa yang memihak kepada para pemodal, tidak mempedulikan kebebasan berpendapat para ilmuwan Islam.

Kebebasan hakiki hanya ada di masa khilafah. Dan harus kita pahami sejarah Islam berjaya sampai ribuan tahun. Tidak ada rasisme apapun. Semuanya makhluk Allah swt yang harus dilindungi dan dimanusiakan.

Pemimpin adalah pelayan masyarakat. Yang memberikan kenyamanan dalam ber muamalah. Bersyariah berdasarkan hukum Islam yang kaffah.

Loading...

Baca Juga