oleh

Dua Perusahaan Adira Finance Digugat Konsumen

DETIKFAKTA.ID – Seorang wanita bernama Wanti Riani menggugat 2 perusahaan jasa leasing Adira Finance karena dianggap mengalihkan kontrak tanpa sepengetahuan dirinya. Salah satu perusahaan tersebut juga disebut telah mengirim debt collector untuk mengambil unit kendaraan roda 4 yang sedang dicicil.

Gugatan tersebut ditangani oleh Kantor Advokasi dan Investigasi Hukum Elvan Gomes n Friends. Elvan Gomes mengaku, mewakili Wanti Riani, ia telah melayangkan gugatan ini ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ada 2 perusahaan leasing yang menjadi tergugat pada kasus ini. Keduanya perusahaan tersebut berstatus mewakili perusahaan yang sama, yakni PT Adira Dinamika Multi finance TBK Pusat.

“Dua perusahaan tersebut adalah PT Adira Finance TBK Pusat sebagai tergugat 1. Dan PT Adira Dinamika Multi Finance TBK Yogyakarta sebagai tergugat 2,” kata Elvan Gomes di Pengadilan Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2020).

Ia menerangkan, pada tahun 2017 kliennya Wanti Riani yang berasal dari Yogyakarta  membeli mobil Suzuki  dengan menggunakan jasa leasing PT Adira Finance TBK Pusat. Kliennya membayar uang muka sebesar 11 juta dan telah membayar cicilan 36 kali sebesar RP 3.388.000.

“Jadi uang yang sudah dibayar tergugat 1 sebesar Rp 132.968.000 dari pinjaman Rp 140 Juta. Penggugat juga telah membayar denda sebesar 500 ribu kepada tergugat 1,” ungkap Elvan Gomes.

Lanjutnya, pada bulan Juni 2020, tiba-tiba kontrak pinjam meminjam Wanti dipindahkan dari PT Adira finance TBK Pusat ke PT Adira Dinamika Multi Finance TBK Yogyakarta tanpa sepengetahuan kliennya. Wanti kemudian diminta membuat kontrak baru dengan nomor kontrak baru.

Menurut Elvan Gomes, tindakan pengalihan hutang tersebut dinilainya telah mencederai perjanjian hutang dan bertentangan dengan undang-undang. Ia menyebut, dua perusahaan leasing Adira Finance telah melanggar ketentuan pasal 1320 KUH perdata. Kedua perusahaan tersebut juga dinilainya telah melanggar asas kebebasan kontrak. Elvan Gomes pun menyebut undang-undang  no. 8 tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen dan undang-undang OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan undang -undang pembiayaan serta Undang-undang perbankan.

“Ini sangat mencederai sebuah perjanjian dan pertentangan dengan undang-undang. Karena klien kami selalu penggugat tidak pernah diberitahu terkait pengalihan hutang tersebut oleh tergugat 1. Tiba-tiba klien kami malah diminta buat kontrak baru oleh tergugat 2,” kata Elvan Gomes.

Selain itu, Elvan Gomes mengaku PT Adira Dinamika Multi Finance TBK Yogyakarta juga telah mengirim debt collector untuk mengambil unit yang telah dicicil kliennya. Ia menekankan, mobil tersebut milik Wanti, karena pembiayaan mobil tersebut mendapatkan pembiayaan dari PT Adira Finance TBK Pusat.

“Jadi secara hukum pihak tergugat 2 dan tergugat 1 dengan tindakan pengalihan anjak piutang dan upaya pengambilan mobil penggugat tersebut telah melanggar pasal 1365 KUH pedata JO 1320 KUH Perdata,” tambahnya.

Ia pun menyebut atas kejadian itu, Wanti mengaku telah dirugikan secara moril dan materiil. Atas pertimbangan tersebut, menurut Elvan Gomes, kliennya pun mengajukan gugatan pada dua perusahaan leasing Adira Finance tersebut.

“Tergugat 2 meminta debt collector untuk mengambil mobil tergugat dan meminta pembayaran. Padahal secara hukum, pemindahan yang dilakukan tergugat 1 dan tergugat 2 merupakan tindakan melawan hukum pidana maupun perdata. Akibat perbuatan tersebut, penggugat telah dirugikan secara moril dan materil oleh tergugat 1 dan tergugat 2. Berupa kerugian uang sebesar 136 juta dan moril tak kurang dari 4 miliar karena adanya upaya mengambil mobil peggugat  secara melawan hukum oleh orang-orang yang di suruh oleh penggugat 2,” tegas Elvan Gomes. (ANW)

Loading...

Baca Juga