oleh

Video Viral Mantan Narapidana Tambang Tuntut Keadilan ke Kapolres Banyuwangi

DETIKFAKTA.ID – Beredar video viral di media sosial seorang mantan narapidana tambang tanpa izin meminta Kapolres Banyuwangi untuk menindak aktifitas tambang “bodong” di tersebar di Banyuwangi. Ia menuntut perlakuan yang sama atas apa yang terjadi pada dirinya.

Video viral tersebut diunggah pada tanggal 26 Maret 2020 oleh akun facebook Raja Sengon Dounia. Akun ini sendiri terakhir kali memperbarui paostingannya pada 28 Oktober 2020.

“Kepada bapak Kapolres Banyuwangi saya adalah mantan narapidana tambang yang diputus bersalah bersama teman teman karena di anggap melanggar Undang-Undang Minerba. Karena dianggap tidak punya izin. Kami semua di penjara. Tapi sekarang banyak penambang liar,” kata pria yang disebut-sebut bernama Jos Rudy ini.

Ia pun menyebut bebera nama yang diduga melakukan kegiatan tambang yang ia sebut “bodong”.

“Saya berharap, saya butuh keadilan. Tolong ditangkap yang bodong-bodong. Terimakasih,” tegasnya.

Tanggapan Ketua GAIB Eko Wijiono Terkait Video Viral Jos Rudy

Menanggapi video viral yang saat ini menjadi perbincangan publik Banyuwangi, Ketua Gerakan Aktivis Indonesia Bersatu (GAIB) Eko Wijiono mengaku hingga saat ini tambang tanpa izin tersebut memang masih ada. Menurutnya, keberadaan tambang tanpa izin ini justru dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk kepentingan pribadi atau institusi tertentu.

“Penambangan mineral bukan logam dan atau batuan di Kabupaten Banyuwangi merupakan ajang korupsi pungutan liar yang tentunya dilakukan oleh kewenangan. Situasi tebang pilih dalam penegakan hukum oleh Kepolisian sepertinya memang disengaja untuk menciptakan kondisi sortasi buah busuk. Sedangkan buah ranum dan manis merupakan sumber pundi-pundi oknum penegak hukum. Karena ada ketergantungan harapan dapat bekerja menambang liar dengan aman tanpa ancaman,” katanya kepada awak media, Kamis (29/4/2021).

Eko pun menuturkan, dirinya sendiri pernah menjadi pernah ditangkap dan ditahan pada tanggal 1 Mei Tahun 2018. Sesuai  SPRIN-HAN/82/V/2018/SATRESKRIM POLRES Banyuwangi penyidikan oleh unit Tipidter yang saat itu dipimpin oleh Ipda Nurmansyah. Karenanya, ia mengaku bisa mengerti perasaan pria yang menyampaikan pesan tersebut kepada Kapolres Banyuwangi.

“Miris dan memprihatinkan ungkapan kepada Kapolres Banyuwangi untuk menindak tegas yang disampaikan oleh warga Desa Rejo Agung Kecamatan Srono Kabupaten Banyuwangi yang sempat merasakan hukum akibat penambangan pasir tanpa di lengkapi izin. Sudah resiko, namun saya harus taat hukum karena menambang tanpa dilengkapi izin dapat dijerat pidana. Seperti diatur dalam Pasal 158 Undang-Undang Nomer 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,” ujar Ketua GAIB.

Ia pun berharap aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas terhadap maraknya yambang tanpa izin di Banyuwangi.

“Bahkan berkali-kali saya sampaikan bahwa bidang pertambangan itu bagaikan bangkai yang di bungkus kain sutera panjang, lebar, dalam dan gelap karena multi kepentingan. Mestinya Polresta Banyuwangi tidak perlu ragu. Terkecuali memang setingkat pimpinannya juga terlibat,” tutupnya.

Video Viral Mantan Narapidana Tambang Tuntut Keadilan ke Kapolres Banyuwangi
Tangkapan layar klarifikasi Jos Rudy terkait video viral di akun facebook Rudy Jose, Kamis (29/4/2021) malam

Klarifikasi Jos Rudy Terkait Video Viral

Menanggapi video yang saat ini menjadi perbincangan di Banyuwangi mendapat tanggapan dari Rudy Jose yang disebut-sebut sebagai Jos Rudy. Dalam unggahannya, Kamis (29/4/2021) malam, ia meminta agar awak media tidak mengupload video maupun foto tanpa seijin pemiliknya. Ia juga mengingatkan bahwa akun Raja Sengon Dounia sudah tidak digunakan lagi oleh pemiliknya. Selain itu, video tersebut diupload 3 tahun yang lalu.

“Kepada teman-teman media jangan asal comot video dan foto-foto orang lain tanpa seijin pemilik. Akun Raja Sengon Dounia ini sudah tidak dipakai lagi oleh pemiliknya. Kejadian ini sudah 3 tahun yang lalu. Demikian atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terimakasih,” tulisnya. (EST)

Loading...

Baca Juga