oleh

Buruh Cuci di tinggal Mati Suami Anak Tak Dapat Sekolah ,Akibat Birokrasi Yg Runyem

DETIKFAKATA.ID –  Unahayati (48) Thn yang kesehariannya sebagai buruh  cuci keliling dan belum lama ditinggal mati  oleh suaminya , selama ini  hanya  mengharapkan bantuan dari Pemprov DKI Jakarta agar anaknya bisa bersekolah, kata dia buat makan saja susah bagai mana masuk sekolah swasta.

Demikian  disampaikan Unahayati saat dikonfirmasi awak media di rumahnya jalan Sungai Barito RT. 10/01 Kelurahan Sempet Barat, Jakarta Utara, kata dia, Saat anaknya Jihan Fahira mendaftar PPDB, yang tujuannya ingin bersekolah  di SMPN 231 yang  jaraknya juga tidak jauh dari tempatnya tinggal. Namun, hasilnya Jihan tidak lolos di sekolah tersebut.

“Kalau untuk sekolah swasta kami tak punya biaya. Ya mau bagaimana lagi, untuk makan saja pas-pasan,”  ujarnya  seperti yang dilansir dari koransatu.id  Jumat (2/7/2021).

Lanjut Unahayati , segala cara telah ditempuh  dan bahkan beberapa kali mencoba untuk memperjuangkan anaknya tersebut untuk bersekolah  namun tak ada satupun sekolahan yang dapat menerimanya ,kata dia.

“Sudah mencoba semua jalur namun hasilnya nihil ” tuturnya.

Dia mengatakan , tidak mengerti dengan sistem PPDM sekarang ini. Ia juga berharap kepada Pemerintah Kota Jakarta Utara bisa memberikan solusi agar anaknya bisa sekolah.

“Sedih pak. Belum lama bapak meninggal, anak saya tidak dapat sekolah. Padahal, keinginannya untuk bersekolah sangat tinggi,” tutupnya. (ANW)

Loading...

Baca Juga