oleh

Oknum Petugas Polsek Wongsorejo Sita Kayu Jati Gelondongan Tanpa Surat Bukti Penyitaan?

DETIKFAKTA.ID – Petugas Perhutani bernama Hariono diduga terlibat ilegal loging karena kedapatan membawa 49 kayu jati gelodongan. Diduga peyitaan kayu tersebut tanpa disertai surat bukti penyitaan (Surat Tanda Penerimaan Barang Bukti).
Berdasarkan penuturan Hariono, ia membenarkan kayu jati gelondongan tersebut memang miliknya yang dibeli dari masyarakat untuk usaha jual beli kayu mebel. Namun ia menekan, kayu jati gelodongan tersebut adalah kayu jati rakyat/ jati kampung dan bukan milik Perhutani.

“Pihak Polsek wongsorejo tetap mengajak untuk chek tunggak di lahan milik masyarakat yang saya beli. Dan faktanya memang benar adanya. Tetapi hingga Sabtu (24/7/2021-red) barang milik saya berupa kayu jati kampung sejumlah 49 batang tersebut tetap belum diserahkan kepada saya. Masih dititipkan oleh Polsek wongsorejo ke Tempat Penyimpanan Kayu (TPK) Bajulmati sesuai berita acaranya yang baru dititipkan pada tanggal 21 juli 2021,” ungkap Hariono di Banyuwangi Jawa Timur, Sabtu (24/7/2021).

Hal senada juga dilontarkan Supani selaku Asper Banyuwangi Utara wilayah pangkuan Bajulmati. Ia menekankan, hingga saat ini di wilayahnya belum ada laporan kayu jati yang hilang.
“Karena mandor semua sudah saya suruh chek setiap petak. Tidak ada tonggaknya,” terang Supani di pagkuan Bajulmati Banyuwangi, Sabtu (24/7/2021).

Pernyataan tersebut dikuatkan oleh Jiono selaku Danru Polhutmob Wilayah Banyuwangi Utara.
“Sejak tanggal 1 juli hingga sekarang 24 juli, kita belum menerima laporan kehilangan dari pihak Perhutani. Disini terdiri 8 RPH untuk KPH Banyuwangi utara,” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media di hari yang sama.

Sementara itu, Kapolsek Wongsorejo Iptu Sudarso membenarkan bahwa oknum petugas Perhutani tersebut diduga terlibat ilegal loging. Ia menjelaskan, yang bersangkutan tidak bisa menujukan surat dari intansi dan izin tebang.
“Mereka hanya bisa menunjukkan surat keterangan dari desa,” terang Kapolsek saat dikonfirmasi di Mapolsek wongsorejo, Sabtu (24/7/2021).

Iptu Sudarso menerangkan, ia belum mendapat laporan apa peran oknum perhutani tersebut. Apakah ia juga memiliki andil besar dalam dugaan ilegal loging tersebut.
“Masih menunggu hasil pemeriksaan dan chek tunggak dari Kanit Reskrim. Jadi kita tunggu hasilnya,” imbuhnya.

kayu jati gelodongan yang berjumlah 49 buah.

 

Ia mengaku, setelah 2 hari pemeriksan berselang, pemilik kayu berhasil menunjukan semua surat keterangan asal kayu dari desa. Akhirnya, Hariono pun dibuatkan surat pernyataan pada tanggal 21 juli oleh Polsek Wongsorejo

“Bahwa kayu jati milik Hariono sejumlah 49 batang tersebut sudah dikembalikan. Dan memang betul kayu jati kampung dibuktikan dengan surat keterangan dari desa,” tutupnya. (EST)

Loading...

Baca Juga