oleh

Tanggapan Dinkes Jakarta Utara Terkait Dugaan Oknum Perawat RS Pelabuhan Cabuli Pasien

DETIKFAKTA.IDDinas Kesehatan Jakarta Utara mengaku tidak punya kewenangan untuk menyikapi viralnya oknum perawat RS Pelabuhan  yang diduga mencabuli gadis 18 tahun yang akan menjalani tindakan operasi usus buntu di RS. Pelabuhan Jakarta.

Segala bentuk intervensi manajemen berada di Kementerian Kesehatan RI.

Demikian disampaikan oleh Kadinkes Jakarta Utara Yudi Dimyati saat dihubungi detikfakta.id melalui pesan WA, Selasa (26/10/2021). Ia menjelaskan, RS Pelabuhan Jakarta adalah rumah sakit Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Karenanya, segala kewenangan berada pada Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, bukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kepada detikfakta.id, ia pun menyatakan kesediaannya untuk membantu membantu mencarikan informasi lebih lanjut.
“Saya cek n ricek ke pihak RS dulu ya. Karena RS Pelabuhan adalah RS BUMN, tidak dibawah Pemda DKI. Langsung oleh Kemenkes RI untuk intervensi manajemennya,” kata Yudi.

Selang beberapa waktu kemudian, Yudi mengaku sudah menghubungi pihak RS Pelabuhan Jakarta. Menurutnya, pihak manajemen sudah mengetahui adanya dugaan oknum perawat RS Pelabuhan cabuli pasien tersebut. Saat ini kejadian tersebut sedang ditindaklanjuti oleh manajemen rumah sakit.

“Kami sudah dapat penjelasan dari pihak manajemen. Dimana pimpinan RS dan manajemen telah mengetahui masalah ini. Dan sedang dalam tindak lanjut oleh manajemen RS,” ujarnya.

Sementara Itu Kepala Puskemas Semper Barat 2 dokter Pangondian L Tobing melalui pesan WA, Selasa (26/10/2021). Ia mengutuk kejadian dugaan asusila tersebut. Ia pun meminta agar kasus tersebut harus usut secara tuntas dan menghukum pelakunya.

“Waduhhh, teganya orang ini. Usut dan hukum sajalah. Turut prihatin keadaan ini,” kata dokter Tobing.
Beberapa hari sebelumnya, detikfakta.id sudah mencoba mengkonfirmasi langsung ke pihak rumah sakit.

Namun petugas sekuriti mengatakan bahwa pihak yang berwenang sedang tidak ada di tempat. Hingga berita ini diturunkan, detikfakta.id masih mencoba untuk mengkonfirmasi kembali kejadian tersebut. (ANW)

Loading...

Baca Juga