oleh

Lima Tahun Terbengkalai Kini PTSL Milik Warga Cilincing Telah Rampung

DETIKFAKTA.ID-Setelah lima tahun program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sempat terbengkalai kini sertipikat tanah warga Cilincing telah rampung dan diserahkan langsung Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Administrasi Jakarta Utara, Taufik Suroso Wibowo di Kantor Kecamatan Cilincing Jakarta Utara, Kamis (9/6/2022).

Hadir dalam acara tersebut, Camat Cilincing, M. Andri, Asisten Pemerintahan, Irwan Budi mewakili Walikota Jakarta Utara. Sementara dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara di Wakili, Zainal dan dihadiri Kapolsek Cilincing, Kompol Robinson Manurung, Fajariyah, Supriyadi, Sain, Zubaidah serta sebagian warga yang menerima sertiikat secara simbolis.

Dalam kata sambutanya, Camat Cilincing, M. Andri mengucapkan, selamat datang dan selamat bertugas kepada Kepala Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Administrasi Jakarta Utara, M. Taufiq yang notabene baru tiga bulan gerakanya sudah sangat luar biasa.

“Kami mohon maaf kepada warga beberapa tahun gundah, karena secara tehnis terkendala mudah mudahan ditangan pak Taufik bisa terselesaikan, itu bukan hal mudah tapi berkat kerja sama semua pihak, PTSL ini dapat terselesaikan,” kata Andri.

Dikatakan M. Taufiq, PTSL adalah program Pemerintah dan PTSL itu tidak gratis, biaya pengukuran, mengantara, materai, pemberkasan dan lain-lain yang dibayarkan oleh Pemerintah. Proyek Strategis Nasional salah satunya adalah Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap yang disebut dengan PTSL.

PTSL adalah Kegiatan Pendaftaran Tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak bagi semua obyek Pendaftaran Tanah yang belum terdaftar diseluruh wilayah Republik Indonesia dalam satu wilayah Desa atau Kelurahan atau nama lainnya yang setingkat dengan itu.

“PTSL tidak gratis, ada bagian yang dibiayai masyarakat yaitu penyiapan dan pemasangan tanda batas, pendamping pengukuran dari kelompok masyarakat, pembelian materai, fotocopy, entry dan pencetakan berkas dan bagian yang dibiayai Pemerintah yaitu perencanaan, penyuluhan, pengambilan data fisik dan yuridis dan penelitian tanah,” kata dia.

Kegiatan PTSL hasilnya berupa kluster kluster diantaranya kluster K1 adalah Bidang Tanah yang data fisik dan data yuridisnya memenuhi syarat untuk diterbitkan sertipikat hak atas tanah (eviden sertipikat).

Dijelaskannya, Kluster K2 adalah Bidang Tanah yang data fisik dan data yuridisnya memenuhi syarat untuk diterbitkan Sertipikat Hak atas Tanah namun terdapat perkara di Pengadilan atau sengketa (eviden Buku Tanah).

Kluster K3 adalah Bidang Tanah yang data fisik atau data yuridisnya tidak dapat dibukukan dan diterbitkan Sertipikat Hak atas Tanah, karena subyek atau obyek haknya belum memenuhi persyaratan tertentu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang pada Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 6 Tahun 2018, tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (eviden Daftar Tanah).

Selanjutnya, Kluster K4 adalah Bidang Tanah yang obyek dan subyeknya sudah terdaftar dan sudah bersertifikat hak atas tanah, baik yang belum maupun yang sudah dipetakan namun tidak sesuai dengan kondisi lapangan atau terdapat perubahan data fisik wajib dilakukan pemetaannya kedalam Peta Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (eviden peta bidang yang sudah ditingkatkan kualitasnya).

PTSL di Provinsi DKI Jakarta dilaksanakan sejak tahun 2017 sampai dengan tahun 2021, namun ditahun 2020 untuk Provinsi DKI Jakarta tidak ada. Tahapan kegiatan PTSL pertahun berdasarkan dashboard PTSL adalah:

Volume kegiatan PTSL di Jakarta Utara sebanyak 61.505 bidang, sudah diserahkan sebanyak 57.719 bidang, yang belum diserahkan sebanyak 2.833 bidang dan yang masih menunggu proses penyelesaian 953 bidang yang pada kenyataanya bidang – bidang tersebut bermasalah, umumnya terjadi tumpang tindih dengan aset pihak lain.

PTSL yang akan dibagikan yaitu sebanyak:

  1. Di Kecamatan Cilincing: 192 bidang
  2. a) Di Kelurahan Cilincing: 3 bidang
  3. b) Di Kelurahan Marunda: 24 bidang
  4. c) Di Kelurahan Rorotan: 14 bidang
  5. d) Di Kelurahan Semper Barat: 90 bidang
  6. e) Di Kelurahan Semper Timur: 5 bidang
  7. f) Di Kelurahan Sukapura: 37 bidang
  8. g) Di Kelurahan Kalibaru: 19 bidang
  9. Di Kecamatan Penjaringan: 22 bidang
  10. Di Kecamatan Tanjung Priok: 49 bidang
  11. Di Kecamatan Pademangan: 231 bidang
  12. Di Kecamatan Koja: 91 bidang

 

Dengan jumlah total 585 bidang, sehingga masih terdapat 2.248 bidang akan diselesaikan sampai dengan bulan Juli 2022 dan dapat diambil berdasarkan surat undangan dari Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara.

Penyerahan sertipikat untuk wilayah Kecamatan Cilincing sebanyak 192 bidang diserahkan hari ini di Kantor Kecamatan Cilincing dan untuk wilayah Kecamatan lainnya akan diserahkan kepada pemohon sertipikat PTSL sesuai dengan undangan dapat diambil di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara.

“Yang dapat mengambil hasil kegiatan PTSL berupa sertipikat adalah pemohonnya langsung atau kuasa dari pemohon,” kata M. Taufiq.

Hari ini, tambah M. Taufiq, Kementerian ATR BPN dalam hal ini Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara menyampaikan bahwa akan serius menyelesaikan residu PTSL atau sertipikat PTSL yang belum terselesaikan ditahun sebelumnya.

“Residu PTSL yang clean and clear akan diselesaikan sampai dengan bulan Juli 2022 sebanyak 2.248 bidang dan sebanyak 953 bidang berjalan jika sudah selesai permasalahannya dan yang masuk kedalam Kluster K3 yang saat ini belum dilakukan invetarisasi akan diselesaikan ditahun 2022,” kata dia (ANW)

 

Loading...

Baca Juga