oleh

Penuhi Undangan Walimatus Safar Admin Tiker Kecil, Anggota DPRD Komisi D Fraksi PKS Yusriah Dzinnun Berinteraksi Langsung Dengan Warga

DETIKFAKTA.ID– Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia sebelum berangkat haji adalah menyelenggarakan walimatus safar. Acara ini biasa dihadiri keluarga, kerabat, sahabat, hingga tetangga. Hal itu juga dilakukan salah satu tokoh dan penggiat media sosial di Semper Barat H. Dali Madali yang juga merupakan Ketua RW 01 Semper Barat dan uniknya dalam acara Walimatus Safar tersebut di hadiri Anggota DPRD Komisi D, HJ.Yusriah Dzinnun,Spd. Dari Fraksi PKS.

Dalam kesempatan itu Dali memberikan Kesempatan Kepada warganya untuk berinteraksi langsung kepada Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D tersebut tentang seputar pembangunan  dan program  musrembang yang belum 100 persen terealisasi di wilayahnya, apa yang di keluhkan warga di catat dan secepatnya akan  ditindak lanjuti oleh  Yusriah Dzinnun yang juga menjabat Ketua FBR korwil Jakarta Utara Priode 2016 hingga sekarang.

“Musrenbang itu adalah kegiatan wajib yang dilaksanakan oleh pemda DKI Jakarta dalam rangka menggali aspirasi dan keingginan masayarakat , kemudian dari musrenbang itu  yang nanti sampai berakhir  di DKI Jakarta tentunya yang dipikirkan bukan hanya satu atau dua RW namun akan  banyak sekali, sekitar 267 kelurahan itu nanti akan dilihat mana yang masuk di skala prioritas mana yang tidak proritas, karena Gubenur sendiri punya prioritas program skala daerah, dan ini yang harus kita lihat dan saya harap RT-RW ketika ada pembangunan di wilayahnya ikut mengontrol dan memonitor supaya pembangunan itu berjalan dengan baik sesuai speaknya,” kata Yusriah Dzinun saat di konfirmasi detikfakta,id di Kantor RW 01 Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara,Minggu malam (12/6/2022).

Bendahara MUI Jakarta Utara priode 2016 yang aktif hingga sekarang itu mengatakan anggaran pemda tersebut bukannya hanya di alokasikan ke musrenbang saja namun juga dialokasikan ke pendidikan, kesehatan dan sebagainnya,sehingga harus ada skala prioritas dalam megalokasikan anggaran tersebut.

“ kita harus berhadapan dengan kenyataan bukan terbatas artinya bergiliran anggaran Pemda itu kelihatannya banyak namun ketika di breakdown (red-Perincian) kita harus bayar rumah sakit bantuan pangan tunai, KJP dan lain-lain, jadi kita kawal dan saya berusaha speak pembangunan itu sampe ke RW 01,” kata Yusriah Dzinun.  (ANW)

 

 

 

 

Loading...

Baca Juga