oleh

Warga Sembar Minta Tindak Tegas Oknum Pengrajin Ikan Asap yang Sengaja Buang Limbah ke Kali Cakung Lama

DETIKFAKTA.ID– Keberadaan home industry pengasapan ikan diwilayah RT1 RW 5,Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, memunculkan berbagai dampak. Eksternalitas negatif yang diterima Warga sekitar dan lingkungan dari adanya  home industry pengasapan ikan tersebut, menyebabkan tercemarnya udara maupun aliran kali Cakung Lama.

Demikian disampaikan Warga RW 5 Sembar yang enggan menyebutkan namanya, saat dikofirmasi detikfakta.id, dikawasan jalan Tipar Kamis malam(16/6/2022), Ia  menuturkan bentuk eksternalitas yang diterima lingkungan adalah limbah yang dibuang sembarangan  tanpa memperhatikan bahaya bagi lingkungan..

Pencemaran udara yang dihasilkan dari asap selama proses pengasapan.ikan ini berdampak pada polusi udara  karena terlihat tidak adanya filter atau penyaring udara yang tinggi sehingga menyebabkan polusi udara, hal ini dapat mengganggu kenyamanan lingkungan sekitarnya, selain itu limbah padat kepala ikan, tulang dan sisa tubuh ikan serta limbah cair  berupa darah, lendir, dan sisa air  pencucian ikan juga secara tidak langsung dapat menimbulkan pencemaran air dan tanah karena dibuang ke aliran sungai Cakung Lama yang berlokasi di RT 1/5 Semper Barat, Kecamatan Cilincing Jakarta Utara.

“Apabila tidak dilakukan upaya-upaya penanggulangan pencemarannya, akan  menimbulkan penyakit bagi warga sekitar, saya harap pemerintah dapat menindak tegas Oknum Pengrajin ikan asap yang Sengaja Buang Limbah ke Kali Cakung Lama, ” kata Warga RW 5 Sembar yang enggan menyebutkan namanya saat dikonfirmasi detikfakta.id, Jalan Tipar Cakung, RW 5, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (16/6/2022).

Ia berharap agar Pemeritah dalam hal ini dinas lingkungan hidup Jakarta Utara dapat membina para pengrajin ikan asap tersebut  agar tak lagi membuang limbahnya ke aliran sungai Kali Cakung Lama, karena ini dapat berakibat buruk bagi lingkugan dan kesehatan warga sekiatar..

“Setiap orang berhak atas kesehatan, ini bukan hanya sebuah semboyan atau kata-kata indah yang tertempel pada setiap sudut tempat pelayanan kesehatan. Namun, ini adalah suatu tanggung jawab yang diemban oleh pemerintah dan harus diberikan pemenuhannya secara prima bagi setiap warga masyarakat tanpa terkecuali.,” katadia. (ANW)

 

Loading...

Baca Juga