DETIKFAKTA.ID – Suasana haru dan penuh syukur terasa di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Sebanyak 12 warga Lagoa akhirnya bisa bernapas lega setelah ijazah mereka yang sempat tertahan selama bertahun-tahun kini berhasil ditebus berkat inisiatif Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Lagoa.
Kegiatan penyerahan ijazah secara simbolis ini turut dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Utara, Hendra,Samsul Rizal Khadafi Camat Koja, dan Lurah Lagoa, Syaiful Anwar, yang ketiganya memberikan apresiasi tinggi atas langkah nyata LMK membantu warganya.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif LMK Lagoa. Ini bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat bisa menghadirkan solusi konkret,” ujar Syaiful Anwar, Lurah Lagoa, di sela acara tersebut. Lagoa, Koja, Jakarta Utara (14/10/2025).
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara Hendra juga menyampaikan rasa bangganya terhadap semangat gotong royong warga Lagoa.
“Program seperti ini patut dijadikan contoh bagi wilayah lain. Pemerintah hadir, tapi masyarakat yang aktif seperti LMK dan LC adalah kekuatan sebenarnya di lapangan,” ungkapnya.
LMK Lagoa Hadirkan Solusi Nyata untuk Warga
Ketua LMK Lagoa, Ali, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan program ini yang dinilai sangat membantu masyarakat kecil.
“Kita bersyukur, beberapa warga Lagoa akhirnya bisa mendapatkan ijazahnya yang sempat tertahan. Ini membuktikan LMK hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sekadar lembaga, tapi juga solusi,” ujar Ali dengan penuh semangat.
Ali menambahkan, program ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Bogasari, yang turut memberikan dukungan agar warga bisa mendapatkan keringanan biaya penebusan ijazah.
“Totalnya ada 50 warga yang kami usulkan. Saat ini baru 12 yang berhasil menerima ijazahnya, dan tahap berikutnya sedang menunggu pencairan,” tambahnya.
Menurutnya, nilai total bantuan yang tersalurkan saat ini mencapai sekitar Rp60 juta, dan diharapkan program tersebut bisa berlanjut setiap tahun.
Tiga Tahun Menunggu, Akhirnya Bisa Pegang Ijazah Sendiri
Kisah para penerima ijazah ini pun mengundang rasa haru. Ada warga yang menunggu hingga tiga tahun lamanya karena terkendala biaya administrasi sekolah.
Ketua Lagoa Center (LC), Waridin, turut mengapresiasi langkah LMK Lagoa yang dinilainya berhasil menyentuh langsung kebutuhan masyarakat bawah.
“Bayangkan, ada warga yang tiga tahun tak bisa mengambil ijazahnya. Berkat LMK, kini mereka bisa tersenyum. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tingkat akar rumput,” ujar Waridin.
Ia menjelaskan, meski program tebus ijazah merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, namun peran LMK Lagoa dalam menyebarluaskan dan menfasilitasi warga sangat besar.
“Program ini sudah ada dari Pemprov, tapi baru kali ini masyarakat Lagoa bisa merasakannya lewat LMK. LC tentu mendukung penuh semua kegiatan positif seperti ini,” tegasnya.
Masih Bisa Didaftarkan Warga Lain
Waridin menambahkan, program ini belum berakhir. Warga Lagoa yang ijazahnya masih tertahan masih bisa mengajukan melalui LMK atau lewat RT/RW setempat.
“Silakan langsung ke LMK Lagoa atau lapor ke RT/RW masing-masing. Kami akan bantu fasilitasi. Jangan sampai ada lagi anak Lagoa yang tak bisa melanjutkan sekolah atau kerja hanya karena ijazahnya tertahan,” ujarnya.
Program “Tebus Ijazah Gratis” ini diharapkan terus berlanjut selama masih menjadi agenda Pemprov DKI Jakarta.
“Selama Gubernur masih menjalankan program ini, LMK dan seluruh komponen Lagoa akan terus bergerak. Karena pendidikan adalah kunci masa depan anak-anak kita,” tutup Waridin. (ANW)






