oleh

Jokowi Perlu Banyak Istighfar, Jika Kalah Pilpres Bisa Ikhlas Dan Sabar

Jokowi Perlu Banyak Istighfar, Agar Jika Kalah Pilpres Bisa Ikhlas Dan Sabar. Oleh: Yudi Syamhudi Suyuti, Ketua Umum Komite Persatuan Nasional-Ganti Presiden (KPN-GP) 2019.

Elektabilitas Jokowi semakin hari, semakin turun. Para pendukungnya rontok dan beralih mendukung Prabowo-Sandi.

Jokowi sendiri mengaku, soal turunnya elektabilitas dirinya di sejumlah provinsi Sumatera. Riau, Sumatera Selatan hingga Aceh, dukungan Jokowi seperti hilang terbawa arus angin puting beliung.

Bahkan untuk banyak kegiatan seperti dialogis, jumpa relawan dan pendukung, Jokowi terpaksa memanfaatkan ASN. Itupun tetap sepi.

Media RMOL hari ini 17/12/18 menulis terjadi penurunan signifikan pada elektabilitas Jokowi. Dan Jokowi hanya bergantung pada dua benteng terakhirnya, yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca Juga :  Ganti Sistem dan Kembali ke Titik Nol

Di pulau Jawa sendiri, selain dua provinsi, Tengah dan Timur, Jokowi sudah lemah dukungan. Bahkan Bravo 5 yang merupakan Tim andalannya, mengakui di Banten, posisi Jokowi telah gontai.

Memang kehendak sosial hampir sama dengan alam, sifatnya sulit dilawan. Itulah yang terjadi dalam arus Pilpres 2019.

Hanya Tuhan saja yang mampu merubah arah mata angin. Begitu juga di kontestasi memilih pemimpin Indonesia nanti.

Dalam kondisi seperti sekarang ini, saya menyarankan ke Jokowi untuk lebih banyak istighfar. Sehingga jika dirinya kalah di Pilpres mendatang, Jokowi bisa lebih ikhlas dan sabar.

Loading...

Baca Juga