oleh

Quick Count Dadakan Disiarkan di Semua TV, Sebuah Opini Muslim Arbi

Quick Count Dadakan Disiarkan di Semua TV. Oleh: Muslim ArbiKoordinator Gerakan Perubahan (Garpu).

Hampir semua TV alergi siarkan aktivitas kumpulan massa pendukung Prabowo di berberbagai iven nasional.

Begitu juga media-media cetak besar nasional. Sekelas kompas saja ogah siarkan kerumunan massa meski jumlah jutaan. Karena kerumunan massa itu di anggap sebagai pendukung Prabowo.

Aksi massa 212 dan reuni-reuni setelah 212 yang membludak di sekitar Tugu Monas dan membuat Istana terbelalak karena jumlah massa yang bukan mobilisasi itu sepi dari halaman-halaman TV maupun halaman media-media cetak para pendukung Istana.

Apalagi kampanye pasangan Prabowo Sandi di berbagai daerah sangat semarak dan meriah dibanding pasangan pasangan Jokowi-Maruf itu tidak diliput berimbang oleh media2 besar yang dekat dengan Istana itu.

Baca Juga :  Ketua Umum KPN-GP: Bisa Gagalkah Pilpres 2019.?
Tapi hari ini, sejak siang hingga petang ini media-media TV itu lakukan siaran langsung atas hasil yang katanya hitung cepat (QC). Dan paparkan hasil pasangan 01 Jokowi Maruf menang atas pasangan 02 Prabowo sandi?

Saya cuma mau tanya. Apakah kampanye2 yang sepi dan terlihat dengan cara-cara mobilisasi itu dapat memenangkan Hasil Quick Count. Meski itu hanya sample? Apakah hanya beberapa tps sebagai sample sudah dapat di klaim mewakili jumlah keseluruhan TPS?

Terlihat betul framming yang di lakukan oleh Lembaga2 Survei itu. Sebagai klaim sepihak. Aneh bin ajaib. Kebelet klaim menang ? Hehehe. Wong sepi kampanye ko menang? Tipu lo.

Kasus lembaga-lembaga survei model Denny Cs hanya senangin bandar doang kata teman2 aktifis. Bukti nya di Pilgub DKI LS berbayar itu keok. Alias tukang tipu.

Baca Juga :  Dibebaskannya Ustaz ABB, Kita Harus Apresiasi Presiden Jokowi

Begitu juga di Pilgub Jawa Barat dan Jawa Tengah. Margin eror 200-300%. Lagian lembaga survei yang dianggap penipu dan di laporkan oleh Djoko Edhi Abdurahman ke Mabes Polri dan laporannya tidak di proses itu masih saja lakukan aksi tipu-tipu saja.

Makanya, kawan-kawan tenang. Jangan terprovokasi. Awasi terus formulir C1 dan hitungan real di TPS-TPS. Insya Allah kebenaran dan fakta tidak dapat dimanipulasi. Jangan percaya TV-TV yang hanya cari makan. Allahu Akbar waillahil hamdu.

Loading...

Baca Juga