oleh

Selain Bau Busuk, Warga Koja Keluhkan Kemacetan Akibat Tumpukan Sampah di Pasar Kaget Bendungan Melayu

DETIKFAKTA.ID-Maraknya pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Kaget Bendungan Melayu, membuat lingkungan di sisi kanan Jalan Bendungan Melayu, Koja, Jakarta Utara, terlihat kumuh, Selain bau busuk menyengat lantaran maraknya sampah berserakan, keberadaan mereka juga membuat akses jalan pun menyempit.
Demikian di sampaikan Anto 30 tahun warga Koja, saat di temui detikfakta.id, dikawasan jalan raya Plumpang-Semper saat sedang melintas. Senin siang (22/4/2024).

“Ampun saya kira macetnya karena apa Bang? gak taunya karena sampah, pusing Bang kalau lewat sini selain macet juga baunya gak tahan dan penanganan sampahnya selalu lambat,” Ujar Anto saat di temui detikfakta.id, dikawasan jalan raya Plumpang-Semper saat sedang melintas. Senin siang (22/4/2024).

Selain itu menurut Anto yang bekerja sebagai karyawan swasta pada sebuah perkantoran di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, menjelaskan bahawa, sampah-sampah tumpukan plastik khususnya sisa makanan dan minuman berserakan. Termasuk di pintu masuk gapura, Pasar Kaget Bendungan Melayu, Rawabadak Selatan, Koja Jakarta Utara.

“Di beberapa titik sebenarnya disiapkan karung untuk tempat sampah, tapi sepertinya ini dibiarkan, jadi terkesan sangat jorok. Apalagi sampahnya juga berserekan seakan tidak ada petugas kebersihannya,” kata dia.

Kondisi ini terlihat sejak Minggu malam (21/4/2024) atau seminggu setelah umat Islam merayakan lebaran. Sangat disayangkan sampah yang sebagian besar plastik bungkus makanan dan minuman ini terlihat sangat banyak di beberapa titik di kawasan tersebut.

Hingga berita ini di terbitkan detikfakta.id sedang berusaha menghubungi Sudin LH (Lingkungan Hidup) Jakarta Utara. (ANW)

Loading...

Baca Juga