oleh

KIPP Adakan Diskusi Dengan Mahasiswa Terkait Pengawasan Pemilu

Jakarta, Detikfakta.id – Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) menyelenggarakan Diskusi Pemilih dan Pemilu Partisipatif pada hari Selasa, 28 Agustus 2018 di Universitas Nasional, Jakarta.

Bagi KIPP Indonesia Partisipasi menjadi salah satu target dalam pemilu. Baik partisipasi pemilih maupun pengawasan partisipatif. Sehingga, diskusi tentang partisipasi dalam pemilu menjadi penting. Apalagi, peran pemuda dalam partisipasi pemilih dan pengawasan partisipasi. Untuk itu, penting kiranya pemuda dan penyelenggara menyampaikan pandangan terkait partisipasi pemilu

Majelis Nasional KIPP Indonesia Standarkiaa Latief mengatakan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial harus menjaga demokrasi.

“Demokrasi yang terkonsolidasi dalam pelembagaan demokrasi bertujuan untuk mencapai kesejahteraan rakyat,” kata Standarkiaa Latief.

Baca Juga :  Sidang Ijtihad Nasional Pemuda Islam, Dukung Prabowo Atau Jokowi?

Kader pertama dan termasuk pendiri KIPP Indonesia ini juga mengajak mahasiswa kembali memberikan perhatian kepada isu-isu konsolidasi demokrasi.

“Mahasiswa adalah orang-orang yang tercerahkan wajib mengawasi pemilu, karena potensi kecurangan pemilu masih ada,” kata Majelis Nasional KIPP yang alumni Unas ini.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tanggerang Zulpikar adalah salah satu narasumber yang membuka rasa awas mahasiswa.

“Mahasiswa harus melihat betapa pemilu sangat berperan dalam kehidupan,” kata mantan Ketua KIPP Tanggerang ini.

Zulpikar mencontohkan, masalah dua desa yang hilang penduduknya akibat pembangunan Bandara Soekarno Hatta menjadi masalah baru.

“Mereka berjumlah ribuan, lalu pindah, tapi catatan kependudukannya masih di dua desa, tapi orangnya sudah pindah dan di tempat tinggalnya belum mendata kependinhan tersebut,” terang Zulpikar.

Baca Juga :  JUBIR KPN GP: Pemimpin Lemah Vs Pemimpin Kehendak Rakyat

Hal-hal seperti ini wajib menjadi kajian mahasiswa. Karena, advokasi pemilu masih kurang diminati oleh banyak kalangan.

Ketua Bawaslu Tanggerang Zulpikar juga mengatakan bahwa mahasiswa, pemantau, dan pengawas pemilu harus memiliki rasa awas seperti berprasangka buruk atas setiap tahapan agar bisa mencegah pelanggaran pemilu.

Diskusi Partisipasi Pemilih dan Pemilu Partisipatif merupakan kerjasama antara KIPP Indonesia dengan Bawaslu RI. Program kunjungan ke kampus adalah bagian stimulus gerakan mahasiswa untuk menjadi Relawan Satu Juta Pengawas Partisipatif Indonesia.(Rahman).

Loading...

Baca Juga