oleh

Trik Cincai Ala Oknum Dinas Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta

DetikFakta – Kepala Bidang Penindakan Pelanggaran Pemanfaatan Ruang DCKTRP Provinsi DKI Jakarta, perlu mencermati dan mengevaluasi kinerja terhadap satlak-satlak di tingkat Kecamatan. Apakah sudah bekerja secara maksimal sebagai ujung tombak pelayanan publik, terutama pelanggaran Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

Jajaran Dinas dan Sudin Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) dituding tak bebas praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) lantaran instansi yang membawahi penertiban bangunan ini tidak transparan dan pilih kasih dalam mengeksekusi bangunan bermasalah, Sabtu, (06/10/2018)

Tudingan antara lain disampaikan salah satu korban yang bangunan miliknya pernah dieksekusi. Menurut sumber yang breinisial CSN, dalam setiap praktek pembongkaran ada pihak lain disebut pihak ketiga. Ini adalah pihak yang melakukan negosiasi dengan eksekutor.

Baca Juga :  Yudi Syamsudi Suyuti: Negara Ini Dalam Proses Pembusukan
“Bongkar cantik atau diratakan dengan tanah, begitu istilah mereka. Petugas DCKTRP Provinsi DKI Jakarta memang melaksanakan tugasnya sesuai prosedural. Mulai dari SP, Penyegelan. Surat perintah bongkar pun mereka layangkan.”

Bangunan yang berijin Rumah Tinggal di Jalan Mangga XXI Blok G Persil No.197 RT.006/RW.03 Duri Kepa – Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Berdasarkan Surat Perintah Bongkar (SPB) Nomor 066/-1.758.1/SPB/JB/2018. Dari sinilah praktek-praktek dugaan adanya transaksi.

Dan Bangunan yang mengantongi izin 118/C.37b/31.73/-1.785.51/2018. Yang berlokasi di Jl. Kebon Jeruk Raya No.72 A dan No. 32 RT 004/ RW 002 Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Terlihat jelas-jelas dibangun tersebut terpasang plang Segel, akan tetapi pada kenyataannya pekerja bangunan masih melakukan kegiatan membangun. Rasanya tidak masuk akal kalau tidak ada kesepakatan dari pihak oknum Dinas, sementara kegiatan pembangunan tetap berlangsung.

Baca Juga :  Oknum TNI Diduga Arogan Terhadap Pedagang Asongan dan Pengamen

“Disitulah kita melakukan negosiasi, tergantung besar kecilnya harga kesepakatan,” kata CSN

Setelah ada kesepakatan, katanya, pembongkaran tetap dilanjutkan. Tetapi hanya sebagai syarat saja.

“Setelah kesepakatan terjadi bangunan tetap dibongkar. Tapi hanya sebagai syarat atau bisa disebut bongkar cantik. Seperti itulah trik cara oknum petugas cincai-cincai,” bebernya.

“Berharap Tim Saber Pungli melaksanakan tugasnya sesuai Perpres No. 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pengutan Liar.” (Nvl)

Loading...

Baca Juga