oleh

Petugas Kebersihan Sekolah Diduga Cabuli Siswa SD

DETIKFAKTA – SN, seorang petugas kebersihan di sebuah sekolah dasar (SD) harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur karena diduga melakukan pencabulan terhadap seorang siswa SD berinisial CK. Sidang perdana kasus ini digelar secara tertutup, Senin (26/11/2018).

SN asli kelahiran Malang, 20 Desember 1964, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Narwih (alm) dan Amah (almarhumah). Ia sudah mengabdi selama 25 tahun sebagai tenaga kerja yang dipekerjakan oleh salah satu Yayasan Ardhya Garini di Jakarta.

SN dilaporkan berdasarkan laporan keluarga korban dengan melaporkan ke Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Nomor 914/K/IX/2018/Polres Jakarta Timur tanggal 05 September 2018. Dugaan pencabulan tersebut dilakukan pada Rabu (29/07/2018) sekitar pukul 11:00 WIB.

Baca Juga :  Bupati Lampura Tinjau Beberapa Daerah Yang Terkena Banjir

“Saat itu saya berada diruang kelas 6A membantu RA (Karyawan Perpustakaan -red) yang sedang mempersiapkan kejutan salah satu siswa yang bernama (RS). Setelah itu saya keluar kelas,” ungkapnya dalam pemeriksaan di Ruang Unit PPA Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, Rabu (5/9/2018)

Lanjutnya, saat dirinya berada didepan kelas, lalu ia melihat CK dengan kondisi baju dan celana yang sudah basah. Lalu SN berkata ‘Eh Kamu Ngapain Basah-Basah,’ sambil lengannya mengarah ke alat kelamin korban CK. SN mengaku dirinya hanya ingin menakut-nakuti saja, karena CK berlari mengarah ruang kelas.

“Saya menyentuh alat kelamin (penis) korban CK tetapi dari luar celana,” tambahnya, lalu seketika CK langsung menangis dan berkata ‘Jangan Pegang-Pegang. Ini Kehormatanku, kemudian CK masuk kedalam kelas sambil menangis, kemudian berkata kepada (RA) ‘Saya dipegang sama pak SN,” ungkap petugas kebersihan tersebut.

Pihak sekolah segera mencoba untuk mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada SN. Sementara dari salah seorang staff sekolah (NL) juga langsung menghubungi ibu dari CK agar datang ke sekolah.

Baca Juga :  Ketum Himpunan Mahasiswa Betawi Juga Angkat Bicara soal hasil Mubes Bamus Betawi Ketujuh

Berdasarkan hasil dari pertanyaan-pertanyaan dan konfirmasi terkait kejadian tersebut, akhirnya SN sementara tidak boleh datang ke sekolah. Sebelum pihak sekolah menentukan sikap untuk SN.

Kemudian tepat pada Selasa, 4 September 2018, pihak Sekolah meminta SN untuk datang ke kantor Yayasan.  Sesampainya di Kantor Yayasan, SN sudah ditunggu 4 orang yang diduga anggota POM AU Halim Perdana Kusuma. Petugas kebersihan ini kemudian meninggalkan kantor Yayasan bersama 4 orang tersebut.

Keluarga SN yang mendapat informasi hal tersebut, bergegas datang menuju POM AU Halim Perdana Kusuma untuk mencari tahu kebenaran dan juga keadaan SN. Namun ditempat tersebut, keluarga SN tidak diperkenankan menemui sebelum 1 x 24 jam dikarekan SN sedang dalam pemeriksaan. (ANW)

Loading...

Baca Juga