oleh

Pilpres 2019: Pertaruhan Masa depan Indonesia?

Pilpres 2019: Pertaruhan Masa depan Indonesia? Bagian ketiga dari tiga tulisan ( habis ). Oleh Tubagus Soleh, Ketum Babad Banten Nasional.

Rakyat Indonesia sudah sangat dewasa dalam berdemokrasi. Mulai dari pilkades, pilbup, pilkot, pilgub dan pilpres. Tradisi berdemokrasi semakin matang ketika era baru reformasi. Setiap warga memiliki kedudukan yang sama di muka hukum dan memiliki hak suara yang sama di setiap pengambilan keputusan politik.

Kedewasaan rakyat sudah sangat teruji. Kebebasan demokrasi dinikmati dengan penuh suka cita. Meskipun rakyat kita dihujani hoaks kiri kanan. Namun tidak menghilangkan akal sehatnya dalam menentukan pilihan politiknya. Siapa yang terbaik menurut pandangannya pasti akan menjadi pilihan dirinya di bilik suara yang akan datang.

Pilpres 2019 terasa sangat berbeda dari pilpres sebelumnya. Dimana pilpres berbarengan dengan pemilu legislatif. Kita tidak bisa berfikir jeda untuk lebih bisa membaca gagasan sosok calon Presiden dan Wakil Presiden secara cermat. Yang harus kita lakukan saat ini adalah mendengarkan setiap gagasan capres dan cawapres yang disuguhkan ke hadapan kita, rakyat Indonesia diwaktu waktu senggang seperti saat ini.

Menimbang gagasan dari sosok capres sangat penting. Karena pemilu 2019 menurut saya, merupakan pertaruhan masa depan Indonesia kita. Bayangkan saja, pagi-pagi kita sudah disuguhkan wacana bubar dan punahnya Indonesia kita oleh pak Prabowo jika beliau kalah di pilpres besok.

Baca Juga :  Survey Kalah, Abdul Rauf dan SYL Yakin Jokowi Menang di Jepang

Tentu saja sikap kita harus proaktif tidak perlu reaktif. Dan harus mencari tahu data dan wacana banding yang membantah wacana yang disuguhkan oleh pak Prabowo bahwa hal itu sangat tidak mendasar. Terlepas dari kepentingan beliau membangun branding personality beliau sebagai capres, agar mendapat perhatian dari rakyat Indonesia. Yang harus kita kuliti adalah wacana besarnya” “bubar dan punah”.

Sama seperti kita juga “menguliti” wacana yang disuguhkan oleh pak Jokowi dan kyai Makruf Amin sebagai banding wacana dari Pak Prabowo.

Sepanjang yang saya simak, wacana yang disuguhkan oleh pak Jokowi dan Kyai Makruf Amin lebih simple bisa kita pahami dan terima. Misalnya, kyai Makruf Amin menyuguhkan gagasan Arus Baru Bangsa Indonesia. Dalam gagasan tersebut, beliau memandang perlu adanya upaya serius untuk menghilangkan gap antara si kaya dan si miskin. Akibat pembangunan yang selama ini tidak memberikan ruang kepada warga bangsa untuk memiliki akses yang sama. Beliau menawarkan dengan cara menguatkan yang lemah dengan melibatkan yang sudah kuat. Pola kemitraan yang terjalin selama ini harus diperkuat dengan kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada si lemah dengan tidak mengorbankan si kuat.

Baca Juga :  Demokrasi Wani Piro, Catatan Kecil Pojok Warung Kopi Ndeso

Di sisi lain, gagasan yang disuguhkan oleh kyai Makruf misalnya tentang konflik ideologi. Kyai Makruf dengan sangat gamblang dan mudah dimengerti menjelaskan Republik Indonesia ini terbentuk atas kesepakatan. Bangsa Indonesia telah bersepakat bahwa dasar negara adalah Pancasila, sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan UUD 1945. Siapapun setiap warga bangsa harus patuh dengan kesepakatan itu. Dan siapapun yang menawarkan sistem yang tidak sesuai dengan kesepakatan itu dengan sendirinya tertolak.

Pihak pak Jokowi dan kyai Makruf Amin menawarkan gagasan pentingnya menyelesaikan masalah konflik ideologi yang masih terasa di tengah masyarakat kita. Tawaran agenda yang disuguhkan oleh pak Jokowi dan kyai Makruf Amin, menurut saya merupakan jawaban nyata atas kebutuhan bangsa Indonesia masa depan.

Bangsa sehebat apapun, bila konflik ideologi tidak selesai, cepat atau lambat akan membuat bangsa tersebut penuh dengan konflik horizontal. Ujung-ujungnya bangsa Indonesia dalam waktu lama akan berada dalam duka nespata. Dan masuk dalam kategori negara gagal.

Baca Juga :  Jokowi Perlu Banyak Istighfar, Jika Kalah Pilpres Bisa Ikhlas Dan Sabar

Maka saya tidak berlebihan mengatakan bila pilpres 2019 merupakan pertaruhan masa depan bangsa. Kita bisa melihat, mendengar, menyimak dan mengkajinya dari wacana yang disuguhkan oleh para kandidat capres dan cawapres kehadapan kita. Tentu saja itu semua berpulang kepada hati nurani anda sendiri. Siapa yang pantas menjadi Presiden dan wakil Presiden RI pada pilpres 2019 besok.

Loading...

Baca Juga