oleh

Ida Bagus Putu Dunia: Bandara Jangan Dibangun di Daerah Berbukit 

DETIKFAKTA – Sebagai seorang mantan penerbang di TNI Angkatan Udara, mantan Kasau, Marsekal TNI AU (Purn) Ida Bagus Putu Dunia menilai bandara yang dibangun di kawasan berbukit tidak nyaman bagi penerbangan, apalagi penerbangan komersial. Biasanya pilot akan memilih bandara yang datar atau flat, karena itu idealnya bandara yang rencananya di bangun di Kubutambahan ini idealnya di laut.

Selain keamanan penerbangannya dijamin, yang terpenting memiliki daya tarik luar biasanya bagi wisatawan. Kan di Asia hanya Bali saja yang memiliki bandara di laut dan sangat besar. Sebagai daerah kawasan wisata, bandara yang dibangun di laut jauh lebih menarik dibandingkan di darat. Ini dari segi daya tarik,. Tetapi dari segi kenyamanan penerbangan, Buleleng merupakan daerah berbukit-bukit, kawasan seperti ini sangat berbahaya bagi penerbangan.

Baca Juga :  PWS Peduli Lingkungan, Bersihkan Kawasan Wisata Pulau Merah

“Saya berbicara seperti ini karena saya adalah penerbang, tahu mana bandara yang bagus untuk didarati dan mana tidak. Bandara yang memiliki bukit sangat beresiko, khususnya pada saat pendaratan.

Dunia mengaku, sebagai putra Bali yang memiliki keahlian dalam kebandaraan, sama sekali tidak dimintai pertimbangan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat terhadap rencana pembangunan bandara di Kubutamaban ini.

Di samping itu jelas IB Dunia, sebagai orang Bali, jelas dirinya sangat keberatan jika pembangunan bandara di daerah itu akan menggusur situs-situs bersejarah dan pura yang ada di sekitarnya. Semestinya gubernur menjadikan semua ini sebagai pertimbangan yang sangat penting. Saya denger pihak investor PT Bibu Panji Saksi sudah mengajukan diri untuk presentasi ke Gubernur, tapi gak direspon.

Dunia mengaku dirinya hadir ke Kubutambahan mendampingi mantan Kapolri Jendral Pol (purn) untuk ikut mendengar keluh kesah krama adat Kubutambahan  yang merasa sangat keberatan bandara itu dibangun di darat. Keberatan krama Kubutambahan itu sangat masuk akal mereka khawatir pembangunan bandara di darat akan menghabisi situs-situs sejarah dan pura. Kondisi seperti ini jelas akan berpengaruh terhadap budaya local setempat.

Baca Juga :  Kajari Kota Malang Amran Lakoni Terima Phasivic Award

Dalam kesempatan itu, Dunia  sependapat dengan apa yang dilontarkan Sutarman soal pelestarian situs-situs itu. Saya setuju agar situs-situs penting di daerah ini jangan diusik. Apalagi pura jangan digusur. Tetapi saya tidak bicara dalamm konteks itu di sini. Saya berbicara dalam kontek keseselamatan penerbangan jika Bandara itu dibanding di darat.

Dalam keterangan terpisahnya, Irwan Erwanto dari PT. BIBU Panji Sakti investor yang akan membangun bandara di darat ini menyebutkan. Selama ini pihaknya sudah berjuang habis-habisan di tingkat pusat maupun daerah. Agar penlok bandara Buleleng di laut segera dikeluarkan.

“Kita sudah sangat lengkap secara administrasi, tetapi semuanya tidak digubris,” jelas Irwan didampingi Presiden Direktur Panji Sakti, Made Mangku, Jumat (1/2/2019). (RYO)

Loading...

Baca Juga