oleh

Menko PMK: Penanganan Stunting di Indonesia Harus Lintas Sektoral

DETIKFAKTA.ID – Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendi mengungkapkan penanganan kasus stunting sangat kompleks. Seluruh kementerian baik dibawah kemenko PMK dan Kabinet Indonesia Maju lainnya diharapkan andilnya.

Menurut Menko PMK, ttunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. Yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

“Stunting ini adalah persoalan yang sangat kompleks, melibatkan banyak faktor. Sehingga kalau mau menangani atau menuntaskan stunting di Indonesia tidak cukup hanya ditangani oleh satu pihak,” ujar Menko PMK usai menghadiri lokakarya Stunting oleh IDI di Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/11/2019).

Muhadjir menambahkan, tidak hanya kementerian yang ada di dalam naungan Kemenko PMK yang terlibat. Kementerian, badan dan instansi lain di luar Kemenko PMK yang terkait harus dilibatkan.

Baca Juga :  Disdik Kapuas Canangkan Program Tuntas Baca Tulis Alquran

“Tidak cukup hanya kementerian kesehatan saja, bahkan kementerian yang ada di Kemenko PMK, tetapi juga harus melibatkan kementerian, badan dan lembaga yang ada di luar Kemenko PMK,” katanya.

Muhadjir pun mengingatkan bahaya stunting yang dapat menyebabkan lost generation atau hilangnya generasi. Hal itu disayangkan mengingat Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi dimana jumlah penduduk usia produktif sangat besar.

“Ternyata persoalan stunting ini memang sangat besar, ancaman terhadap keberlangsungan generasi emas Indonesia bisa akan melahirkan yang disebut generasi hilang atau lost generation,” tambahnya.

Muhadjir selanjutnya menjelaskan persoalan persentase penderita stunting yang fluktuatif. Ia beranggapan mustahil dalam satu tahun bisa turun drastis persentasenya.

Baca Juga :  Google Perkirakan Nilai Perdagangan E-commerce Indonesia Makin Tinggi

“Jumlahnya (persentase-red) masih lumayan besar dan fluktuatif di Indonesia, karena tahun 2018 ditemukan 30,8% anak-anak penderita stunting sekarang (2019)turun 27 %, tentu saja patut kita waspadai mana mungkin kita memberantas stunting dalam waktu satu tahun, bisa turun drastis,” jelasnya.

Muhadjir pun akan melakukan pendataan secara efektif untuk awal memberantas stunting ini. Setelah didapat ia bersama kementerian dan pihak-pihak terkait akan segera melakukan langkah-langkah yang efektif dalam memberantas stunting di Indonesia.

“Oleh sebab itu kita akan lakukan pendataan seakurat mungkin dan kemudian ditangani secara seksama melibatkan semua pihak dalam tempo yang sesingkat-singkatnya dan setuntas-tuntasnya,” pungkasnya. (RYO)

Loading...

Baca Juga