oleh

Ada Kongkalikong Dibalik Bangunan “Kebal Hukum” di Pegangsaan Dua?

DETIKFAKTA.ID – Pemerhati kebijakan publik Marpan mempertanyakan keberadaan sebuah bangunan yang berada di Kelurahan Pegangsaan Dua Kecamatan Kelapa Gading Jakarta Utara. Pasalnya, bangunan tersebut sempat dibongkar bahkan dua kali disegel, namun masih terlihat aktivitas pekerja.

Menurut Marpan, bangunan yang dimaksud pernah dibongkar oleh SatpolPP Jakarta Utara beberapa waktu lalu karena dianggap melanggar peraturan daerah tentang tata ruang. Banguna tersebut juga telah dua kali disegel oleh Pengawas dari Suku Dinas (Sudin) Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Citata) Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Saya  menyaksikan waktu disegel dan bahkan digembok oleh Citata Kecamatan sekitar dua minggu lalu. Namun masih ada aktivitas pekerja” ujar Marpan saat ditemui di kawasan Pegangsaan Dua Jakarta Utara, Selasa (23/2/2021).

Ia merasa heran dengan tetap berjalannya aktivitas pengerjaan bangunan tersebut meski sudah beberapa kali mendapat sanksi dari pihak terkait. Menurut Marpan, keberadaan bangunan “kebal hukum” di kelurahan Pegangsaan Dua ini menjatuhkan marwah pemerintahan setempat.

“Ini saya lihat fungsi dari pengawasan Citata Kecamatan Kelapa Gading  maupun PolPP Jakarta Utara lemah. Kalau begini, marwah pemerintah justru jatuh. Karena para pemilik bangunan dengan seenaknya membangun meskipun sudah jelas disegel dan digembok,” tegasnya.

Menurutnya, adalah janggal jika melihat keberanian pemilik bangunan yang tetap melanjutkan pembangunan meski jelas-jelas ada tanda disegel. Marpan pun menduga ada kongkalikong antara pemilik bangunan dengan oknum pemerintah setempat.

“Saya menduga ada kongkolikong antara pemilik dengan oknum pemerintah. Entah Citata Kecamatan Kelapa Gading, Citata Jakarta Utara bahkan mungkin Citata Provinsi. Tidak mungkin pemiliknya seberani itu, seperti kebal hukum begitu loh,” tegasnya.

Marpan pun meminta agar aparat penegak hukum terkait segera melakukan pengecekan langsung di lapangan. Sehingga dapat diungkap mengapa bangunan tersebut masih ada pengerjaan meski sudah jelas-jelas ada tanda penyegelan.

“Jadi masyarakat setempat tidak berfikir macam-macam. Biar jelas semuanya, apa kalau sudah disegel masih boleh dibangun atau bagaimana,” kata Marpan.

Untuk mengkonfirmasi, detikfakta.id beberapa kali mencoba menghubungi Hendra selaku Bidang Pengawasan Suku Dinas Citata Kecamatan Kelapa Gading melalui sambungan selular. Konfirmasi yang sama juga dilakukan kepada Kasudin Citata Jakarta Utara Kusnadi. Namun hingga berita ini diturunkan, keduanya belum bersedia memberikan konfirmasi. (ANW)

Loading...

Baca Juga