oleh

Ada Kebun Anggur di Pesisir Jakarta Vezo Grape

DETIKFAKTA.ID- Mayoritas masyarakat perkotaan pesimis tanaman anggur sulit tumbuh pada karakteristik tanah vertisol atau tandus ditambah teriknya sinar matahari. Rasanya sekadar mimpi belaka hingga sampai ke tahap budidaya. Dipikirnya hanya menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya semata.

Namun seiring berkembangnya zaman, tanaman anggur justru tumbuh subur pada tanah vertisol dengan mengedepankan teknik sistem organik yang mengedepankan mikroba unsur hara.

Seperti halnya di Vezo Grape. Pemilik, Tarto memberanikan diri memulai budidaya anggur di lahan pekarangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina Tenan, Jalan Cakung Cilincing Raya, RT 02/RW 01, Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara lebih dari satu tahun lalu.

Tarto membuktikan lokasi Vezo Grape yang berjarak sekitar lima kilometer dari bibir Laut Jawa mampu menghasilkan enam puluh jenis varian anggur produktif (berbuah).

“Sekarang saya fokus membudidayakan tanaman anggur yang makin hari makin lebat dan berbuah sepanjang masa tumbuhan,” kata Tarto Blendot,  Kepada detikfakta.id, Jalan Cakung Cilincing Raya, RT 02/RW 01, Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara Jumat (15/10/2021).

# 65 Persen Varian Asal Ukraina

Ukraina bisa dikatakan salah satu negara agraris di Benua Biru, Eropa. Beragam tanaman bahan pangan seperti gandum, barley, bit, hingga beragam biji-bijian dijadikannya sebagai komoditas ekspor ke berbagai belahan dunia.
Seperti halnya anggur, tanaman yang masuk dalam keluarga Vitaceae diketahui mulai dibudidayakan di pantai selatan Krimea negara tersebut sejak abad keempat sebelum Masehi. Masyarakat yang sadar potensi berkembangnya tanaman anggur masif membudidayakan hingga menjadi negara terbesar pengekspor anggur.

Mengadopsi hal itu, Tarto membudidayakan 65 persen tanaman anggur asal Ukraina di Vazo Grape seperti Krasava, Dixon, Angelica, Akademik, Gozv, Carnival, Transfiguration, Julian, Everest, Viktor, Galahad, Laura, Nizina, Ninel, Oscar, Veles, Flamenco, Alvika, Chorny Kristal, Etalon, Bonaparte, Taldun, Anyuta, Bogema, dan lain sebagainya.

Bekal keberanian dan ilmu yang dimiliki Tarto, perbedaan iklim antara Ukraina dan Indonesia, khususnya Jakarta Utara tak menjadi soal. Nyatanya, tanaman anggur tetap tumbuh subur dan berbuah.

“Dengan perbedaan iklim dan cuaca ternyata tanaman anggur bisa tumbuh dan berbuah di Indonesia. Seperti halnya di Ukraina sana,” ungkap Tarto.

# Kehadiran Duta Besar Ukraina Jadi Motivasi Penggiat Budidaya Anggur

Kehadiran Duta Besar Ukraina untuk Indonesia dalam Pencanangan Budidaya Anggur di Vezo Grape akhir pekan mendatang, Sabtu (16/10) disambut antusias penggiat budidaya anggur.

Kehadirannya disinyalir memicu motivasi budidaya anggur yang lebih masif di kalangan lapisan masyarakat Indonesia, khususnya DKI Jakarta maupun Jakarta Utara.

“Kehadiran Duta Besar Ukraina untuk Indonesia nanti menjadi angin segar bagi penggiat budidaya anggur. Memotivasi kami untuk lebih masif menyosialisasi, mengedukasi, dan menarik minat masyarakat membudidayakan anggur,” timpal Ketua Komunitas Anggur Jakarta (KAJ), Ahmad Fatoni.

Begitupun Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara yang menyambut baik kehadiran Duta Besar Ukraina untuk Indonesia. Segala kebutuhan dipersiapkan matang dengan harapan dapat menjalin kerja sama yang baik bagi pembudidayaan anggur ke depannya.

“Kami senang sekali dengan kunjungannya nanti, siapa tau bisa memberikan bibit-bibit tanaman anggur jenis baru. Itu juga memotivasi kami karena tanaman anggur salah satu tanaman yang mudah ditanam karena tidak memerlukan tempat yang luas.” terang Walikota Kota Administrasi Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim.

Ke depannya, pencanangan dilanjutkan dengan beragam upaya sosialisasi dan edukasi budidaya anggur hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.

Hal itu sinkron terhadap program urban farming (pertanian kota) yang kini sedang masif digaungkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tak sekadar penghijauan namun juga ketahanan pangan masyarakat, terlebih di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) saat ini.

“Yang penting masyarakat senang menanam, senang penghijauan, dan senang merawat lingkungan. Tumbuhan ini berbuah dan kalau dikelola dengan baik mudah-mudahan buahnya bisa menjadi salah satu potensi meningkatkan ekonomi keluarga,” imbuhnya.

# Sekilas Komunitas Anggur Jakarta

Komunitas Anggur Jakarta (KAJ) dibentuk secara resmi tiga tahun lalu, tepatnya 14 Maret 2019. Secara demografis, komunitas ini menaungi lima kota administrasi di DKI Jakarta seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan, serta satu Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Selain membudidayakan anggur, KAJ juga masif menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat sehingga memiliki minat yang sama. Dengan begitu, budidaya anggur bukan sekadar hobi namun menjadi potensi meningkatkan perekonomian masyarakat. (ANW)

Loading...

Baca Juga