oleh

Akibat Tak Tepati Janji Warga Batang Pranap Inhu Riau Ngamuk  Gedung Worsksop Perusahaan di Bakar

DETIKFAKTA.ID– Di depan Kantor PT Sinar Reksa Kencana (SRK). Ratusan masyarakat dari lima desa di Kecamatan Batang Peranap,  Kabupaten IndraGiri Hulu,  Riau,berunjuk rasa.

Aksi berlangsung panas hingga diwarnai kericuhan. Beberapa fasilitas seperti kaca kantor pecah akibat lemparan batu, gedung workshop perusahaan juga ludes terbakar.

Mereka menuntut beberapa janji perusahaan yang tak kunjung terealisasi. Yakni denda adat terkait kasus penganiayaan, keterlambatan pembayaran gaji karyawan, ingkar janji MoU, dan ingkar janji dengan petani kemitraan.

.”Persisnya soal kasus kekerasan yang dilakukan oknum diduga anggota TNI saat melakukan pengamanan. Hasil kesepakatan, pihak perusahaan memenuhi untuk membayar denda sebesar Rp 45 juta kepada korban untuk biaya perobatan. Tetapi faktanya tidak dijalankan dan masyarakat turun ke lokasi perkebunan,” kata  Dasman  seperti yang dilansir dari  elaeis.co ketika dikonfirmasi (14/6/2022).

Dasman, warga yang ikut dalam aksi demo menuturkan, awal terjadinya kericuhan itu karena pihak perusahan menjanjikan bakal memenuhi denda adat. Akan tetapi massa terlanjur kesal karena janji sudah berjalan tiga bulan namun tidak kunjung diselesaikan

“Korban dituduh mencuri sawit perusahaan meski tidak bisa dibuktikan. Namun terjadi pemukulan oleh oknum aparat tersebut ketika sedang bertugas,” kata dia.

Menurutnya, setelah timbul keributan hingga pengrusakan fasilitas, pihak manajemen berjanji hari ini merealisasikan tuntutan masyarakat. Para pengunjuk rasa bertahan di lokasi menunggu hal tersebut.

“Informasi terbaru, pihak perusahan lagi mengupayakan pinjaman uang sebesar yang dituntut massa supaya terselesaikan,” kata dia.

Dia menjelaskan, warga desa yang ikut berunjuk rasa masing-masing Desa Pematang, Desa Pematang Benteng, Desa Selunak, Desa Suka Maju, dan Desa Koto Tuo.

Sejumlah personil kepolisian juga masih di lokasi melakukan penjagaan.

Di konfirmasi terpisah, AKBP Bachtiar Alponso, Kapolres Inhu, menjelaskan bahwa sebanyak 25 personil diterjunkan mengawal masyarakat dalam menyampaikan tuntutan. Sebagai mana informasi dari anggota yang di lapangan, ricuhnya pendemo akibat perusahan tidak kunjung membayar denda adat sesuai kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Saya saat ini lagi dalam perjalanan menuju lokasi. Berkaitan dengan motif emosi masyarakat memuncak hingga membakar workshop, belum bisa disimpulkan. AKan tetapi pihak perusahaan akan membayarkan uang sebesar Rp 45 juta tersebut,” Kata Dia. (ANW)

 

 

Loading...

Baca Juga