oleh

Pertemuan Desa Akhiri Polemik Mobil Hibah: Semua Sepakat, Tak Ada Lagi Curiga

DETIKFAKTA.ID – Isu panas soal mobil hibah yang sempat mengguncang suasana Desa Tambakprogaten, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, akhirnya mencapai titik terang. Setelah beberapa pekan menjadi buah bibir warga, polemik tersebut dituntaskan lewat pertemuan terbuka yang digelar di Balai Desa, Senin (19/05/2025) lalu.

Pertemuan yang mempertemukan Kepala Desa, perangkat desa, BPD, dan seluruh ketua RT itu menjadi momen krusial yang meluruskan berbagai dugaan negatif. Kepala Desa Tambakprogaten, Muslikhudin, tampil langsung memberikan klarifikasi lengkap mengenai status dan penggunaan mobil hibah yang kini menjadi aset desa.

“Kami tak ingin isu ini menjadi bola liar. Karena itu, kami undang semua pihak yang berkepentingan, agar semuanya terang benderang,” tegas Muslikhudin saat ditemui di kediamannya, Sabtu (31/05/2025).

Menurutnya, mobil operasional tersebut diberikan sebagai hibah untuk kepentingan sosial desa, bukan untuk kepentingan pribadi. Namun karena minimnya informasi yang tersebar di masyarakat, muncul berbagai spekulasi yang menyudutkan pemerintah desa.

“Alhamdulillah, setelah dijelaskan, semua pihak akhirnya paham. Rapat kami anggap sebagai penutup permasalahan ini. Semua sepakat menjaga kondusifitas desa,” tambahnya.

Senada dengan Kades, salah satu perangkat desa yang enggan disebut namanya, menyebut rapat tersebut berjalan lancar dan penuh keterbukaan.

“Tak ada lagi yang perlu diperdebatkan. Semua sudah disampaikan langsung oleh Pak Kades,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT setempat, EK, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut mengapresiasi langkah cepat pemerintah desa. Ia menilai, transparansi yang dilakukan sudah sangat jelas dan tak perlu ada kecurigaan lebih lanjut.

“Kalau semua sudah dijelaskan, lalu apalagi yang perlu diributkan? Warga kami kini mengerti bahwa mobil itu untuk kepentingan desa,” tegas EK.

Dari sisi warga, suara syukur juga disampaikan oleh SU, warga sekitar yang turut mengikuti perkembangan isu tersebut.

“Syukur Alhamdulillah, masalah selesai. Semoga ke depan warga bisa lebih bijak menyikapi informasi, apalagi kalau belum tentu benar,” katanya.

Ia juga mengaku prihatin atas tekanan yang dirasakan Muslikhudin selama polemik ini mencuat.

“Pak Kades sudah berjuang untuk kemajuan desa. Tapi malah disudutkan oleh warganya sendiri. Semoga ini jadi pelajaran buat kita semua,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya kontroversi ini, Desa Tambakprogaten kembali melangkah dengan tenang. Satu hal yang pasti: dialog terbuka dan transparansi masih menjadi kunci utama dalam menjaga harmoni masyarakat desa. (SND&UMI)

 

Loading...