oleh

Gerakan Aktivis Indonesia Bersatu Ungkap Petisi Tolak Kapal Tak Laik Laut Di Selat Bali

DETIKFAKTA.ID-Petisi Penolakan Kapal-Kapal Penumpang Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk untuk tidak beroperasi oleh Gerakan Aktivis Indonesia Bersatu (GAIB) pada tanggal 19 Juli 2025 lantaran beberapa armada kapal diduga tidak laik laut.

Pergerakan ini di laksanakan untuk mengajak kepada seluruh masyarakat yang perduli aksi kemanusiaan akan tragedi tenggelamnya kapal KMP.Tunu Pratama Jaya pada Rabu malam (2/7/2025) lalu. dengan banyak menelan korban jiwa manusia baik penumpang maupun anak buah kapal (ABK).

Eko Wijiono selaku pelaksana mandat aktivis GAIB mengkaji dan memperhatikan tragedi kecelakaan kapal itu terjadi tidak kali ini saja, hampir sepuluh tahun ini sudah 4 armada kapal yang tenggelam dan terbakar lantaran kurangnya perhatian terhadap keselamatan kapal sebelum kapal diterbitkan surat persetujuan berlayar (SPB).

Kapal itu adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis tertentu, yang digerakkan dengan tenaga angin, tenaga mekanik, energi lainnya, ditarik atau ditunda, termasuk kendaraan yang berdaya dukung dinamis, kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang
tidak berpindah-pindah jelas Eko yang juga aktivis pemerhati pelayaran.

Keselamatan Kapal adalah keadaan Kapal yang memenuhi persyaratan material, konstruksi,bangunan, permesinan dan perlistrikan, stabilitas, tata susunan serta perlengkapan, termasuk perlengkapan alat penolong dan radio, elektronik Kapal, yang dibuktikan dengan sertifikat setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian.

Eko menambahkan sesuai dengan peraturan perundang undang tentang pelayaran, peristiwa kapal tenggelam itu ada banyak penyebab yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah kecakapan Nakhoda kapal, stabilitas kapal, keseimbangan kapal dan kontruksi bangunan kapal, dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan kapal pada saat berlayar.

Dengan tetap memperhatikan keselamatan serta melakukan audit secara berkala oleh otoritas pelabuhan, sangat tidak mungkin kapal terjadi kecelakaan, setidak tidaknya meminimalisir korban jiwa. bentuk rasa kemanusian sesama pengguna jasa dan rakyat indonesia kami akan segera menggelar aksi turun ke jalan dengan Slogan “Lebih baik tidak berlayar dari pada tidak sampai pada tujuan”.tutup Eko. (EST)

Loading...

Baca Juga