oleh

Korban Pengeroyokan Lapor ke Polres Kebumen:

-DAERAH, HUKUM-168 views

DETIKFAKTA.ID – Sebuah insiden pengeroyokan terjadi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Kamis, 31 Juli 2025, sekitar pukul 20:00 WIB. Korban, DA alias Tile, warga Kecamatan Karang Anyar, mengalami nasib apes setelah diminta oleh BS dan FT untuk mengajari FT menyetir mobil.

Menurut keterangan korban, kejadian bermula saat mereka berpapasan dengan suami FT, HN, di jalan. HN memaksa DA berhenti, dan tak lama kemudian, kakak ipar HN, GN, beserta teman-temannya datang. GN menggedor-gedor pintu mobil, menyuruh DA turun dari mobil.

“Kejadian itu saat saya mengajari nyopir FT, di perjalanan berpapasan dengan suami FT, tanpa bertanya lebih dulu suami FT yang bernama HN, GN, dan teman-temannya langsung gedor pintu mobil. Mereka menyuruh saya turun dari mobil,” terang DA alias Tile dalam wawancara dengan media pada Selasa (05/08/2025).

Setelah DA membuka pintu, lanjutnya, GN langsung memukul DA di dagu sebelah kiri, menyebabkan DA jatuh ke dalam jok mobil. GN terus berteriak bahwa DA telah berbuat salah karena membawa istri orang. Setelah DA terjatuh, GN menariknya keluar dari mobil dengan menjambak rambutnya, kemudian GN, HN, dan teman-temannya secara bersama-sama memukuli DA di depan Masjid Nurul Huda.

“Setelah pintu dibuka, mereka tanpa menjambak rambut saya dan tanpa basa-basi langsung mengeroyok saya tanpa sebab musabab yang jelas. Intinya disitu langsung dipukuli, ditendang sama HN, GN, dan teman-temannya tanpa klarifikasi terlebih dulu,” ujarnya.

Lalu DA menjelaskan bahwa pengeroyokan tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 sampai pukul 21.00 WIB di depan Masjid Nurul Huda, dengan banyak saksi yang melihatnya.

“Kejadian itu tepatnya di depan Masjid Nurul Huda, kejadian itu sekira pukul 20.00 sampai pukul 21.00 WIB. Saat pengeroyokan itu terjadi juga banyak saksi yang melihatnya,” lanjutnya.

Dia mengaku saat kejadian, DA hanya bisa pasrah tanpa perlawanan, sambil mencoba menutupi mukanya dan menjelaskan bahwa dia tidak tahu apa-apa dan hanya disuruh untuk mengajari FT belajar mengemudi. Beruntung, seseorang bernama GS datang dan menghentikan pengeroyokan tersebut.

“Karena jumlah mereka lebih dari dua orang, maka saya hanya bisa pasrah saat mereka melakukan penganiayaan kepada saya ditempat umum,” imbuhnya.

“Lha saat dipukuli sayapun sudah menjelaskan bahwa tidak tau apa-apa, karena saya hanya diminta FT untuk mengajari dia untuk belajar mengemudi,” bebernya.

“Beruntung saja ada seseorang yang melerai kejadian itu, kalau tidak mungkin nyawa saya sudah melayang,” jelasnya.

Sementara itu salah satu saksi mata, AI, membenarkan kejadian pengeroyokan tersebut.

“Memang benar ada insiden pengeroyokan di depan Masjid Nurul Huda, saya melihat langsung kejadian itu didepan mata dan kepala sendiri. Tapi saya gak berani mendekatinya takut nanti malah jadi sasaran amuk pelaku,” tuturnya.

Kemudian AI menambahkan bahwa dirinya tidak mengetahui sebab musabab kejadian tersebut.

“Kalau masalahnya apa gak tau menahu, tapi saya hanya melihat kejadian pengeroyokan nya saja,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, DA telah melaporkan tindakan GN dan HN serta kawan-kawannya ke Polres Kebumen, dengan nomor laporan Rekom/325/VIII/SPKT, yang didampingi oleh Nurudin, anggota POSBAKUM PERARI (Pos Bantuan Hukum Perkumpulan Pengacara Indonesia).

Nurudin mengungkapkan, dirinya berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang tegas.

“Kemarin pada hari Minggu 2 Agustus 2025, saya mendampingi korban melaporkan kejadian ke Polres Kebumen,” ungkapnya.

“Penegak hukum harus segera menindak tegas pelakunya karena tidak ada manusia yang kebal hukum di sini. Negara Indonesia adalah negara hukum, keadilan harus ditegakkan, agar kedepannya hal semacam ini tidak terulang kembali,” tegas Nurudin.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Semoga aparat penegak hukum dapat menangani kasus ini dengan adil dan memberikan efek jera bagi pelaku kekerasan. Sampai berita ini diterbitkan, dari pelaku pengeroyokan belum dapat dikonfirmasi oleh tim media. (SND)

Loading...