oleh

Bunda Neneng Hasanah Dorong Digitalisasi UMKM Sukapura Lewat Kolaborasi dengan Kampus STIKOM

DETIKFAKTA.ID — Pembina Komunitas Masyarakat UMKM Sukapura (K-MUS) yang juga Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D Fraksi Demokrat, Hj. Neneng Hasanah, S.IP., M.M., mendorong para pelaku UMKM di wilayah Sukapura untuk semakin melek digital. Melalui program pendampingan bersama kampus STIKOM, ia berkomitmen membantu pelaku usaha kecil agar mampu bersaing di era pemasaran modern berbasis digital.

“Kegiatan ini bagian dari pendampingan UMKM, bekerja sama dengan kampus STIKOM untuk memodernisasi penggiat UMKM agar bisa memasarkan produk mereka secara digital. Biar mereka tambah penghasilan dan lebih modern,” ujar Hj. Neneng Hasanah di sela kegiatan pelatihan, Sabtu (12/10/2025). Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara.

Politisi Demokrat itu menegaskan, kegiatan ini bukan berasal dari dana APBD, melainkan murni inisiatif pribadi sebagai bentuk kepedulian terhadap pelaku usaha kecil di wilayahnya.
“Ini non-APBD, murni dari hati saja untuk membina dan mendampingi UMKM. Harapannya ke depan bisa juga bekerja sama dengan kampus-kampus lain di Jakarta Utara untuk memberikan edukasi bagi para pelaku UMKM,” tambahnya.

Menurutnya, pelatihan digitalisasi sangat penting agar pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Sekarang semuanya serba digital. Mereka harus tahu bagaimana cara membuat konten yang baik dan memasarkan produk secara online. Dengan begitu, daya saing dan pendapatan bisa meningkat,” ujarnya optimistis.

Bamsud: K-MUS Wujud Kemandirian Ekonomi Rakyat Kecil

Sementara itu, Ketua K-MUS, Bambang Setia Utomo atau yang akrab disapa Bamsud, mengungkapkan bahwa lahirnya komunitas ini berawal dari semangat kebersamaan para pedagang kecil di Sukapura.
“K-MUS ini cita-cita saya untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat kecil. Kami awalnya sama-sama berdagang di jalanan, lalu sepakat membentuk wadah agar bisa saling membantu,” tuturnya.

Ia menjelaskan, anggota K-MUS saat ini berasal dari berbagai bidang usaha — mulai dari kuliner, catering, fashion, hingga jasa sablon.
“Awalnya pedagang makanan, tapi sekarang banyak juga yang bergabung dari sektor lain. Yang penting mereka punya usaha dan semangat untuk berkembang,” jelas Bamsud.

Melalui K-MUS, pihaknya terus berupaya memberikan pelatihan, pendampingan, dan edukasi agar para anggota mampu naik kelas dan mandiri.
“Dengan kebersamaan, kami yakin bisa menjadi besar. Kami juga akan terus berkolaborasi dengan pihak kampus, instansi, dan swasta untuk memperluas pemasaran produk anggota,” tambahnya.

Sinergi Komunitas dan Akademisi Dorong UMKM Naik Kelas

Kolaborasi antara K-MUS dan STIKOM menjadi langkah konkret dalam menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia usaha. Program pelatihan ini diharapkan mampu mencetak pelaku UMKM yang tangguh, kreatif, dan adaptif di era digitalisasi.

Dengan semangat gotong royong yang tumbuh dari akar rumput, K-MUS menjadi contoh nyata bagaimana komunitas lokal mampu menggerakkan ekonomi warga secara mandiri—tanpa bergantung pada anggaran pemerintah.

“Yang penting ada kemauan dan keinginan untuk berkembang. Kalau mereka semangat, kami siap mendampingi,” tutup Hj. Neneng Hasanah dengan senyum optimis. (ANW)

 

 

 

 

Loading...

Baca Juga