oleh

13 Tahun Mengabdi, Usia 56 Jadi Sampah? Munawir Bongkar Pilu PJLP yang Menunggu Janji Gubernur

DETIKFAKTA.ID– Munawir, Perwakilan PJLP UPS Badan Air Kecamatan Cilincing, menyampaikan suara pilu sekaligus harapan besar kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terkait nasib ribuan PJLP berusia 56 tahun yang belum mendapatkan kepastian perpanjangan kontrak.

Munawir telah mengabdi sejak tahun 2014, ketika kondisi saluran air di wilayah Cilincing masih berupa “babad alas”—belum tertata, penuh lumpur, dan minim fasilitas.

“Dulu kami benar-benar membuka alas. Kali besar, kali kecil, PHB, semuanya masih darurat,” ujar Munawir. Saat di Konfirmasi detikfakta. id, di kawasan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (16/11/2025). 

Pada masa awal bertugas, ia mengaku menjalani pekerjaan dalam kondisi sangat terbatas. Peralatan keselamatan tidak tersedia, bahkan sepatu kerja harus dibeli sendiri, sementara gaji hanya Rp 2,4 juta, itu pun sering terlambat 2–3 bulan.

“Warung sampai marah-marah karena dikira sudah gajian. Tapi kami tetap kerja dengan sabar, tetap semangat,” kenangnya.

Namun, berkat ketekunan tim, kini kawasan tampak jauh lebih baik.

“Alhamdulillah sekarang air sudah kelihatan mengalir. Kali besar, kali kecil sudah tersambung, banjir pun cepat surut,” ucapnya.


Trauma Kolektif: PJLP Usia 56 Diputus Tanpa Pesangon

Munawir menuturkan masa paling kelam terjadi ketika PJ Gubernur Heru Budi Hartono menghentikan ribuan PJLP usia 56 tahun tanpa pesangon atau jaminan masa depan.

“Kami nggak punya pensiun. BPJS Ketenagakerjaan pun kosong, tidak dibayar. Teman-teman yang di-PHK pulang hanya menangis,” ungkapnya.

Padahal sebelumnya, menurut Munawir, gubernur-gubernur terdahulu masih memiliki kebijakan yang lebih melindungi PJLP.

  • Ahok menjaga PJLP tetap bekerja.
  • Anies tetap mempertahankan mereka.
  • PJ Heru langsung memberhentikan dalam jumlah besar.

“Usia 56 itu bukan sampah. Kami masih sehat, masih kuat, masih bertanggung jawab,” tegasnya.


Harapan Kepada Gubernur Pramono: Janji Menyelamatkan PJLP

Munawir mengingatkan janji kampanye Gubernur Pramono:

  1. Usia kerja PJLP di atas 56 tahun akan diperpanjang,
  2. Kontrak PJLP tidak lagi tiap tahun, tapi menjadi 3 tahun,
  3. Perlindungan bagi seluruh PJLP lintas instansi.
  4. “Kami ikut memperjuangkan Pak Pramono sampai menang. Kami percaya beliau akan menolong nasib kami dan keluarga kami,” kata Munawir.

Namun hingga November 2025, nasib PJLP usia 56 tahun masih menggantung, sementara pengajuan kontrak baru sudah masuk.


Munawir: “Waktu Mau Habis. Tolong Ketok Palu, Pak”

Dengan suara berat, Munawir menegaskan bahwa keputusan harus segera diambil sebelum pergantian tahun.

“Bulan November sudah pengajuan kontrak baru. Nasib kami bagaimana, Pak? Tolong ketok palu sebelum terlambat,” ujarnya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan permohonan terakhirnya:

“Saya Munawir, PJLP UPS Badan Air. Kami sudah membuka babad alas sejak 2014. Jangan biarkan kami yang usia 56 dianggap tidak berguna. Kami cuma minta keadilan dan kepastian.” kata dia, (ANW)


 

Loading...