oleh

Aspirasi Mengendap 10 Tahun, Warga Tugu Utara ‘Curhat Massal’ ke Hj. Neneng: Jalan Tak Juga Dinaikkan?

DETIKFAKTA. ID— Kunjungan Anggota DPRD DKI Jakarta Komisi D dari Fraksi Demokrat, Hj. Neneng Hasanah, ke RW 10 Tugu Utara berubah menjadi ajang penyampaian keluhan besar-besaran warga. Mulai dari saluran air, sampah, jalan yudit yang tak tuntas, hingga jalan permukiman yang 10 tahun tak pernah dinaikkan, semuanya disampaikan langsung kepada sang legislator.

Hj. Neneng: “Kita dorong agar jadi prioritas, terutama saluran air dan yudit” ujarnya. Saat dikonfirmasi detikfakta.id, di kawasan RW 10 Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, Minggu (7/12/2025). 

Hj. Neneng menjelaskan bahwa ia sudah berkomunikasi dengan Kasatpel SDA Kecamatan Koja terkait persoalan infrastruktur di wilayah tersebut.

“Tahun depan saluran-saluran air di wilayah ini akan mulai dikerjakan. Kita dorong jadi prioritas. Aspirasi warga RW 10 dan RW 08 soal saluran, jalan, sampah, hingga sarana prasarana akan kita kawal,” ujarnya.

Neneng menegaskan bahwa dirinya akan mendorong tindak lanjut melalui Komisi D dan berkoordinasi dengan dinas-dinas yang relevan.

Ketua RW 10, Erna:

“Jawabannya belum tentu terjawab, tapi kita positive thinking” ujarnya.

Ketua RW 10, Erna, menyampaikan rasa syukurnya karena keluhan warga dapat tersampaikan langsung.

“Keluhan warga sudah diutarakan semua. Jawabannya mungkin belum tentu langsung terjawab, tapi bismillah kita positive thinking,” katanya.

Ia menyoroti masalah yudit yang pembangunannya tidak seimbang dengan jalan, sehingga menimbulkan masalah baru.

“Sekarang got sudah tertutup, tapi yudit dibuat setengah jadi sehingga jalan seolah turun ke tengah. Harusnya satu paket, biar tidak menambah masalah lagi,” tegasnya.

Erna menyebut Hj. Neneng berkomitmen membantu melalui bidang yang ditanganinya.

Aulia, Ketua RT 11:

“Kami sudah 10 tahun minta peninggian jalan, tak pernah direspons” kata dia.

Keluhan paling mencolok disampaikan oleh Aulia, Ketua RT 11 RW 10, mengenai kondisi Jalan Lontar 10.

“Sudah hampir 10 tahun lebih kami minta peninggian jalan. Tidak ada respons sama sekali. Semoga dengan kehadiran Bu Neneng, jalan di tempat kami bisa rapi,” ungkapnya.

Ia juga mengutarakan kebutuhan peninggian jalan sekitar 8,5% untuk kawasan tersebut serta adanya rumah warga yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Harapan Warga: Benarkah Tahun Depan Akan Ada Perubahan?

Meski banyak janji dan komitmen disampaikan, warga Tugu Utara masih menunggu bukti nyata.

Akan kah keluhan mereka yang menumpuk selama bertahun-tahun ini akhirnya mendapatkan solusi?
Ataukah kembali menjadi deretan aspirasi yang tak pernah tersentuh?

Waktu yang akan menjawab. (ANW)

 

Loading...