oleh

Parulian: Aksi Kok Gak Ada Cerdas-Cerdasnya

Detikfakta – Demo mahasiswa yang marak terjadi akhir-akhir ini terkesan gak ada cerdas-cerdasnya. Seharusnya masa harus lebih selektif dan tahu betul permasalahan apa yang harus diperjuangkan, sehingga tidak terkesan ada agenda yang lain.

Demikian dikatakan Tumindang Hotma Parulian Hutahaean SH saat ditemui detikfakta, di Jakarta (23/9/2018). Menurutnya, aksi demo yang “gak ada cerdas-cerdasnya” ini sedang  marak dilakukan mahasiswa di berbagai daerah ini rawan disalah artikan sebagai “Demo Pesanan”. Penyalahartian masyarakat ini tidak lepas dari suhu politik yang sedang memanas.

“Bahwa Mahasiswa harus lebih selektif dalam melakukan aksi unjuk rasa. Jangan malah terjebak dalam pusaran politik,” ujar Parulian.

Dijelaskan oleh anggota Kongres Advokat Indonesia (KAI), seharusnya mahasiswa tahu persis permasalahan apa yang harus diperjuangkan. Mahasiswa harus tahu siapa yang harus di demo dan apa yang mendesak untuk dibahas. Sehingga rakyat faham seberapa besar sensitif mahasiswa terhadap keinginan rakyat.

Baca Juga :  Pendukung Prabowo Sesalkan Kehadiran Capres 02 di Reuni 212
” Aksi kok gak ada cerdas-cerdasnya acan. Kalau mau aksi itu, kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Kok masih korupsi? Aksi mendesak revisi Undang-Undang tentang korupsi dengan saksi pidana yang seberat-beratnya.”

Pengacara yang peduli anak jalanan ini menyampaikan, mahasiswa seharusnya tidak membawa pesan-pesan yang berskala umum seperti demo aksi bela rupiah. Demo yang isunya berbicara masalah umum seperti ini terkesan asal-asalan saja, karena data atau fakta yang ada untuk mendukung alasan melakukan demo juga tidak jelas parameternya.

Karena ukuran yang tidak jelas inilah sehingga rakyat tidak terbangun ikatan emosialnya terkait dengan isu demo yang diperjuangkan oleh mahasiswa. Pada akhirnya, rakyat tidak merasa bahwa yang diperjuangkan para penerus bangsa ini adalah kepentingannya, tetapi yang diperjuangkan adalah kepentingan mahasiswa.

Baca Juga :  LBH Phasivik Akan Polisikan Haidary Karena Fitnah dan Pencemaran nama Baik

“Mahasiswa juga harus membawa pesan yang tajam dan terukur agar benar-benar menjadi garda terdepan dalam memperjuang kepentingan Rakyat,” tutup Parulian.

Sebelumnya, HMI Cabang Jakarta Pusat Utara mengadakan aksi massa di depan Istana, 21/09/2018. Mereka bereaksi atas issue yang sedang menyeruak di tengah masyarakat, seperti Dollar, Kisruh demo HMI dan polisi, serta pengaturan speaker masjid. (Brg)

Loading...

Baca Juga