oleh

Dibebaskannya Ustaz ABB, Kita Harus Apresiasi Presiden Jokowi

Dibebaskannya Ustaz ABB, Kita Harus Apresiasi Presiden Jokowi. Oleh: Tubagus Soleh, Ketum Babad Banten Nasional.

Itu bukti bahwa Pemerintahan Presiden Jokowi tidak anti Islam, sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Dengan melihat kondisi usia dan kesehatan Ustadz Abu Bakar BaAsyir dibebaskan tanpa syarat. Semoga ini semua menyadarkan mereka-mereka yang selama ini membabibuta benci kepada Pemerintah yang syah. (Haji Embay Mulya Syarif, Pembina Babad Banten Nasional)

Sekali lagi Presiden Jokowi mengikuti ucapan Gus Dur, seorang Ulama Indonesia kaliber dunia. Diatas politik adalah kemanusiaan. Saya pribadi melihat, Jokowi tidak pernah menggunakan kekuasaan yang sudah dimandati oleh rakyat. Untuk menyakiti rakyat, terlebih Ulama dan Kaum Agamawan lainnya.

Kedekatan presiden Jokowi kepada ulama dan kaum agamawan merupakan sikap hormat sebagai Presiden. Saya mengikuti secara seksama, segala caci makian yang dialamatkan ke beliau. Bahkan dengan kata-kata nista, tidak pernah di balas. Beliau menanggapinya dengan tenang dan tanpa ekspresi marah.

Saya sering mendengar beberapa ustaz dalam ceramah yang di posting di medsos sungguh keterlaluan dalam menista pak Jokowi. Bahkan cenderung tidak pantas diucapkan oleh seorang pendakwah Islam level kampung sekalipun. Apapun alasannya.

Baca Juga :  Kejagung Tahan Mantan Kajati Maluku
Justru yang membuat saya terperangah adalah sikap Pak Presiden Jokowi yang tidak mau membalas segala cacimakian para penistanya. Beliau fokus bekerja dan memberikan contoh kerja nyata politik kepada rakyat.

Bagi kaum nyinyir, barangkali segala prestasi yang sudah dibuktikan dan diperlihatkan serta dipersembahkan oleh pak Jokowi ke hadapan rakyat tidaklah berguna sama sekali. Tapi ingat, kejujuran berbicara kemajuan pembangunan di era pemerintahan pak Jokowi sangat berguna bagi rakyat banyak.

Sejak saya mulai ikut mudik ke Jogyakarta (karena menikah dengan puteri Jogyakarta) saya merasakan betul kemajuan, kemudahan dan keceriaan ketika mudik di zaman pak jokowi presiden. Tidak lagi bermacet-macet ria. Berebut pilih hari dan tangga. Bahkan tidak perlu berpening pening karena memikirkan antre yang panjangnya kagak jelas.

Bahkan untuk masalah Ulama sekaliber Ustaz Abu Bakar Basyir (ABB ) saja. Kebijakan Pak Jokowi yang membebaskan beliau karena rasa kemanusiaan masih dinyinyirkan. Tidak ada ungkapan rasa empati atau mengapresiasi sedikitpun terhadap langkah langkah kemanusiaan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

Baca Juga :  Maulid Nabi di JIC Dihadiri Menhub dan Ustad Yusuf Mansur

Tapi itulah barangkali ‘politik’ zaman now. Setiap langkah dan tindakan ‘lawan’ adalah salah. Setiap langkah dan tindakan kawan adalah benar. Meskipun salah.

Saya kira, kita tidak perlu suudhzon tentang pembebasan Ustaz Abu Bakar Basyir (ABB) oleh rezim Jokowi. Malah sebaliknya, kita harus memberikan apresiasi dan penghormatan yang sewajarnya. Karena kebijakan pak Jokowi dalam membebaskan Ustaz ABB merupakan bukti nyata penghormatan pak jokowi. Kepada ulama dan agamawan lainnya.

Apalagi bila kita simak penjelasan Pak Jokowi tentang kebijakan membebaskan ulama sekaliber Ustaz ABB adalah karena kemanusiaan. Sedangkan kemanusiaan derajatnya lebih tinggi dari sekedar politik.

Ini menurut saya sudah sangat terang benderang. Tidak perlu lagi ada asumsi-asumsi kotor. Apalagi timbul fitnah baru. Sekaliber Prof Yusril tidaklah gegabah menemui Ustaz ABB di penjara Gunung Sindur. Atau mengambil langkah blunder karena hanya kepentingan politik sesaat. Terlalu cetek kalau hanya berfikir pemilu dan pilpres 2019.

Baca Juga :  Sumbangan Untuk Sandi Ingatkan Kita Pada Soekarno

Kita harus melihat dengan jernih langkah politik pak Jokowi merupakan kebaikan buat kita semua. Terutama para Ulama yang pernah menjadi korban rezim sebelumnya.

Yang harus kita lakukan adalah mendoakan terus, agar pak Jokowi berketetapan hati memberikan karya kerja politik terbaiknya buat rakyat Indonesia. Memberikan ulama di tempat terhormat di bangsa kita. Bersinerginya Ulama dan Umaro untuk bersama sama membangun bangsa menuju baldatun thoyyibatun wa robbun gofur. Yaitu Bangsa Indonesia yang mendapat ridho dan ampunan Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan dibebaskannya Ustaz ABB oleh Pemerintahan Pak Jokowi. Seperti yang dikatakan oleh Kyai Haji Embay Mulya Syarif, Pembina Babad Banten ( Kerabat & Sahabat Kesultanan Banten ) Nasional. Itu merupakan bukti nyata bahwa Presiden Jokowi tidak anti Islam dan tidak memusuhi Umat Islam. Serta sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, melihat kondisi dan usia Ustaz ABB tanpa syarat. Subhanalloh. Terimakasih Pak Jokowi.

Loading...

Baca Juga