oleh

Pengerjaan Bangunan 8 lantai Milik WNA Dikeluhkan Warga Tugu Selatan

DETIKFAKTA.ID – Bangunan 8 lantai diduga milik WNA yang sedang dalam pelaksanaan pembagunan di wilayah RT5 RW4 Tugu Selatan Kecamatan Koja Jakarta Utara dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, aktifitasnya diduga berjalan selama 24 jam penuh. Selain itu, pekerjanya disinyalir tidak menggunakan pengaman keselamatan dalam bekerja.

Slamet warga RT5 menyebutkan, selain merasa terganggu dengan suara yang dihasilkan dari aktifitas yang tanpa henti. Ia juga mengatakan, para pekerja tidak menggunakan pengaman keselamatan. Menurutnya, hal ini sangat membahayakan karena ketinggian 8 lantai, jika pekerjanya jatuh maka resikonya bisakehilangan nyawa.

“Sebagai warga kami merasa terganggu dengan aktifitas bangunan 8 lantai tersebut. Suaranya juga bising saat beraktifita. Aapalagi kerjanya juga suka lembur sampai pagi, bahkan hujan pun mereka masih tetap bekerja. Cuma yang saya ngeri, itu pekerjanya gak menggunakan pengaman keselamatan. padahalkan itu 8 lantai,” ujar Slamet kepada detikfakta.id di RT5 RW4 Tugu Selatan Kecamatan Koja Jakarta Utara (17/3/2020).

Baca Juga :  Walikota Jakarta Utara: RW 005 Semper Barat Miniatur Indonesia

Slamet berharap agar aktivitas di bangunan tersebut bisa berjalan normal, tidak 24 jam, karena dirasa sangat mengganggu. Slamet mengaku warga RT5 merasa terganggu karena tidak bisa tidur dengan nyenyak di malam hari.

“Karena kalau malam kan memang waktunya istirahat. Kita juga sebagai warga mempunyai hak untuk merasa nyaman di tempat tinggal sendiri,” ujarnya.

Slamet juga meminta ada teguran dari aparat atau pemerintah yang terkait agar tidak menggangu kenyamanan warga sekitar. Ia juga meminta agar pemilik bangunan atau pihak yang diberi tanggungjawab oleh pemilik bangunan agar segera mentertibkan jalannya pembangunan tersebut.

“Kalau kerja ya normal-normal ajalah. Jangan sampai malam begitu. Dan harus ada teguran dari aparat dan pemerintah terkait. Namun jika keluhan kami sebagai warga tidak diindahkan, tentunya kami juga akan bertindak tegas. Karena kami juga mempunyai hak untuk merasa aman di lingkungan kami,” tutupnya. (ANW)

Baca Juga :  Joni Warga Tionghoa Akhirnya Meminta Maaf Kepada TNI AU dan Mengakui Bersalah
Loading...

Baca Juga