oleh

Tonin Tachta Minta Penyidik Stop Perkara Delik Aduan Untuk Sengketa Keluarga

DETIKFAKTA.ID – Pengacara Tonin Tachta Singarimbun memninta penyidik Polda Metro Jaya untuk segera menghentikan kasus delik aduan dugaan tindak pidana pemalsuan yang dialami kliennya, Ali Chandra. Selain pasal tersebut dianggap tidak bisa dipakai untuk sengketa keluarga, masalah tersebut juga dianggap sudah diselesaikan secara internal.

Tonin Tachta menuturkan, Ali Chandra dilaporkan ke Polda Metro jaya oleh kakaknya yang bernama Tjan Budiyakto Chandra pada tanggal 16 September tahun 2016. Tjan Budiyakto Chandra sendiri melaporkan kliennya berdasarkan surat kuasa yang diberikan oleh ibunya, Tjan Djie Lien (Linawati).

“Ali Chandra dilaporkan atas dugaan membuat surat perjanjian damai palsu pada tanggal 6 Oktober 2015. Atas dasar surat kuasa yang diberikan oleh ibunya,” kata Tonin Tachta Singarimbun di Polda Metro Jaya, Kamis (28/1/2021).

Ia menekankan, pada tanggal tersebut, Ali Chandra dalam posisi tersebut diperiksa oleh kepolisian wilayah Jakarta Barat. Pada tanggal tersebut, Ali bahkan ditahan dengan tuduhan penganiayaan karena melakukan kekerasan terhadap Tjan Budiyakto.

“Bagaimana mungkin Ali dituduh membuat perdamaian dengan tanda tangan palsu yang disiitu ada nama ibunya dan ada nama Ali. Sedangkan saat itu Ali masih ditahan,” cetus Tonin.

Selain itu, lanjut Tonin, Tjan sendiri melaporkan dugaan pemalsuan atas dasar surat kuasa dari ibunya. Menurutnya, masalah keluarga tidak seharusnya ditarik pada delik aduan, karena yang terjadi adalah sengketa keluarga. Isi suratnya pun berisi tentang perdamaian terkait penganiayaan yang dilakukan Ali Chandra terhadap Tjan Budiyakto Chandra.

“Dan ternyata, proses hukum terhadap Ali Chandra juga berjalan. Lagi pula, pada tahun 2020, Tjan Djie Lien telah menarik surat kuasa yang diberikan kepada Tjan Budiyakto Chandra yang bukan pengacara. Jadi surat kuasa yang tidak sah karena dia bukan pengacara, sudah ditarik pula kuasanya,” tegas Tonin.

Ia pun meminta kepada penyidik Polda Metro jaya untuk segera menghentikan penyidikan tersebut. Karena, menurutnya, secara garis besar, yang terjadi antara kakak, adik dan ibu tersebut adalah sengketa keluarga belaka.

“Saya akan bicara pada penyidik perkara ini bisa di-stop,” tutupnya.

Disaat yang sama, Tjan Djie Lien saat dikonfirmasi meminta agar masalah tersebut segera dihentikan. Wanita berusia 81 tahun ini  juga mengaku tidak mengerti kenapa dirinya diminta datang ke Polda Metro Jaya sebagai saksi.

“Pokoknya saya gak mau tahu. Saya gak mau ribut-ribut lah. Saya bingung kenapa saya di sini,” ujarnya. (ANW)

Loading...

Baca Juga