oleh

Pelindo Dituding Biang Neraka Jalanan: Gerak Ketol Jauh Siap Gempur Meja Hijau!”

DETIKFAKT.ID— Kesabaran warga Jakarta Utara akhirnya meledak. Setelah tiga hari berturut-turut dilumpuhkan kemacetan brutal pada 17–19 April 2025, kini ribuan suara menggema lewat deklarasi gerakan baru: Gerakan Rakyat Korban Kemacetan Total Lalu Lintas Jakarta Utara Heboh atau disingkat Gerak Ketol Jauh.

Diprakarsai oleh tokoh masyarakat, H. Dali Madali, Gerak Ketol Jauh bukan sekadar protes biasa—ini adalah ancaman hukum besar-besaran terhadap semua pihak yang dianggap bertanggung jawab. Dalam keterangannya Senin (28/4/2025). kepada detikfakta.id di Semper Barat, Cilincing, Dali menyatakan:

“Cukup sudah! Warga Jakarta Utara bukan sampah yang bisa diinjak oleh kemacetan dan keserakahan bisnis. Kami siapkan perlawanan hukum habis-habisan!” Tegas Dali.

Tidak main-main, Gerak Ketol Jauh telah menunjuk Kantor Hukum Anirwan & Partner dengan Advokat Rekana Lumbansiantar, S.H. sebagai kuasa hukum resmi untuk mengawal gelombang gugatan ini.

Pelindo Disorot Sebagai Biang Kerok.

Dalam deklarasi panas tersebut, Pelindo diserang habis-habisan. Dali menyebut Pelindo sebagai “penguasa jalanan” yang secara brutal mengabaikan hak hidup warga demi kelancaran bisnis pelabuhan.

“Kalau Pelindo pikir Jakarta Utara itu halaman rumah mereka, mereka salah besar. Kami akan seret mereka ke meja hijau!” seru Dali, mengepalkan tangan.

Slogan Perlawanan: Simbol Amarah Warga
Gerakan ini tak hanya menggugat, tetapi juga membakar semangat lewat slogan perlawanan yang menggelitik sekaligus mengancam:

“Loe ngerugiin, gua di Utara, maka gua Utara ke loe sekarang!”

Pesan ini menggambarkan tekad warga untuk membalikkan keadaan, dari korban menjadi pelawan.

Ancaman Aksi Massal.
Selain jalur hukum, Gerak Ketol Jauh mengancam akan menggelar aksi massa besar-besaran jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari pemerintah dan Pelindo untuk mengatasi kekacauan ini. (ANW).

 

 

Loading...